Menilik Budi Daya Maggot, Bisnis Kotor yang Dihalalkan

Ulat Maggot (SariAgri/Rashif Usman)

Penulis: Tatang Adhiwidharta, Editor: Reza P - Rabu, 24 November 2021 | 20:20 WIB

Sariagri - Maggot merupakan salah satu pakan alternatif untuk kebutuhan ternak ikan, unggas dan lain sebagainya. Maggot diketahui memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga banyak peternak yang beralih dari pakan pabrikan serta harga jualnya yang relatif lebih murah.

Bisnis budi daya maggot pun belakangan banyak dilirik oleh masyarakat karena menjanjikan keuntungan yang besar. Selain itu, juga turut membantu mengurai permasalahan sampah organik di daerah.

Salah satu pembudidaya maggot tersebut ialah, Aom Achmad yang tergabung ke dalam kelompok Maggot Putra Tangerang. Ia mengaku dalam satu hari kelompoknya mampu mengurai sampah organik untuk pakan maggot sebanyak 10 ton.

“Sumber sampah saat ini kita bekerjasama dengan Dinas Pasar yaitu Tigaraksa, Cikupa, sama Sentiong dan beberapa dari industri. Per hari itu rata-rata di atas 10 ton sampah yang diolah Maggot Putra Tangerang,” ujarnya dalam webinar INTANI, Rabu (24/11/2021).

Aom mengungkapkan bahwa dalam budi daya ternak tujuan utamanya adalah menekan biaya produksi, di mana harga maggot sebagai pakan begitu murah jika dibandingkan dengan membeli pakan pabrikan. Selain itu, lanjut dia, hasil ternak yang diberi pakan maggot memiliki rasa yang lebih nikmat.

“Bila ikan yang mengonsumsi maggot rasanya akan beda, nilai jualnya pun akan beda. Begitu pun dengan ayam, ayam yang dikasih maggot akan beda juga harga dan rasanya,” ungkapnya.

Aom menyebutkan ternak yang memakan maggot seperti unggas misalnya, akan memiliki warna bulu yang terang dan kesehatannya lebih prima sehingga tingkat kematiannya akan rendah. Karena kadar protein tinggi, lanjut dia, ternak yang diberi maggot akan rendah lemak.

“Kadar lemaknya itu kecil karena proteinnya tinggi, beda dengan ayam yang diberi pakan pabrikan dia akan memproduksinya lemak yang menjadikan bobot ayam itu tinggi, tapi begitu digoreng (dagingnya) kempes, kalau (ternak diberi pakan) maggot digoreng tidak berubah ukurannya,” terangnya.

Keuntungan lainnya dari budi daya maggot, kata Aom, cepat mengurai sampah organik menjadi pupuk. Dikatakannya, pupuk itu dihasilkan dari kasgot yang berasal dari sisa makanan maggot, dan pupuk didapatkan dalam hitungan dua hari saja.

“Kalau sengaja kita fermentasi untuk jadi pupuk tanpa maggot itu membutuhkan waktu 40 hari, tapi kalau pakai maggot itu butuh waktu dua hari,” jelasnya.

Baca Juga: Menilik Budi Daya Maggot, Bisnis Kotor yang Dihalalkan
Rumah Maggot Tepi Citarum untuk Hasilkan Pakan Ternak dan Jadi Bank Sampah

Sementara itu, Dedy Gumelar atau yang akrab disapa Miing Bagito menyatakan bahwa budi daya maggot merupakan salah satu bisnis kotor yang dihalalkan. Miing mengungkapkan bahwa Allah menciptakan sesuatu hingga hewan terkecil pun memiliki manfaat.

“Ini satu-satunya bisnis kotor yang dihalalkan, kotor dalam artian benar yang halal dan dibolehkan. Ini gagasan bagus banget, dan membuktikan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu sampai hewan terkecil pun itu sudah diperhitungkan ada manfaatnya,” tandasnya.

Video Terkait