Raup Omzet Rp8 Juta per Bulan, Peternak Bebek Ini Memulainya dengan Coba-coba

Peternak Bebek,Muhamad Syaugi. (YouTube Agromaritim)

Penulis: Tatang Adhiwidharta, Editor: Reza P - Rabu, 24 November 2021 | 13:50 WIB

Sariagri - Keberuntungan tidak hanya berpihak kepada mereka yang serius dalam menggarap suatu bisnis. Namun, bagi mereka yang mencoba-coba kesuksesan itu dapat diraih, tentunya dengan ikhtiar dan konsistensi penuh dengan apa yang sudah di mulai.

Seperti yang dialami oleh Muhamad Syaugi, salah seorang peternak bebek hibrida asal Tangerang Selatan ini sukses ternak ribuan bebek tanpa menimbulkan bau dan becek, di mana hal tersebut adalah salah satu persoalan kala beternak unggas.

“Saya bisni bebek ini bertiga, saya sudah di hidroponik yang lain ada arsitek dan perusahaan chemical. (latar belakang) gak ada pertanian, gak ada peternakan lalu kita lihat penjualan bebek pada menu makanan sangat menjanjikan,” ujarnya seperti dikutip Sariagri dari Youtube Agromaritim, Rabu (24/11/2021).

Syaugi menjelaskan bahwa pada awalnya dia ingin beternak jenis bebek peking, namun karena sulitnya mendapatkan bibit maka dia beralih ke jenis bebek hibrida. Dikatakannya, bibit bebek hibrida didapatkannya dari peternakan di Kediri, Jawa Timur dengan kualitas terbaik.

“Biaya awal kita itu sekitar Rp60-Rp70 juta dengan kandang sederhana, sedangkan penghasilan bersih antara Rp7-Rp8 juta dalam waktu 30-35 hari, jadi kisaran setahun sudah balik modal,” jelasnya.

Dia menceritakan saat membuka peternakan tersebut dia mendapatkan komplain dari warga sekitar kandang karena bau, kemudian dia diberi waktu empat bulan untuk mengatasi permasalahan bau tersebut.

“Alhamdulillah kita dikasih ijin, sedangkan dari Kota Tengerang Selatan sendiri sebenarnya tidak diperbolehkan untuk ternak, tetapi karena kita membawa konsep urban poultry dan polusi bau itu sangat minim kita diperbolehkan untuk mencoba dan mungkin menjadi percontohan ke depannya,” katanya.

Syaugi mengungkapkan bahwa saat ini bebek yang di pasarkannya baru berupa bebek pedaging, dan belum sampai hingga ke pemotongan. Untuk pemasarannya sendiri, lanjut dia, nantinya akan ada pengepul yang mengambil bebeknya jika sudah siap panen.

“Untuk pakan sendiri ternak bebek ini cenderung standar, selama kita berjalan 1,5 tahun ini hampir gak mengalami hal itu (harga pakan tinggi) masih wajar sekali,” terangnya.

Baca Juga: Raup Omzet Rp8 Juta per Bulan, Peternak Bebek Ini Memulainya dengan Coba-coba
Hasilkan Cuan Lebih Besar, Mantan Karyawan Bank Ini Pilih Beternak Bebek

Syaugi menambahkan bahwa dia siap memberikan bekal ilmu kepada masyarakat yang ingin mencoba beternak bebek dalam bentuk kemitraan. Menurutnya, jika ingin bermitra terlebih dahulu dilihat daerahnya, bila terlalu padat penduduk tidak memungkinkan untuk beternak.

“Kemitraan itu mulai dari pengajaran hingga sampai hasilnya bisa kita bantu untuk menjualkan, juga ijin-ijin dari daerah bahwa kita mampu mendirikan peternakan yang sangat minim polusi. Untuk menghubunginya bisa ke WA saya 081802006780,” tandasnya.

Video Terkait