Aturan Baru Ekspor Sarang Burung Walet, Ini Salah Satu Persyaratannya

Dok.Petugas memeriksa sarang burung walet di kantor Balai Karantina Pertanian Gorontalo, Kota Gorontalo. (Antara)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 23 November 2021 | 14:10 WIB

Sariagri - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantian Pertanian Semarang mengadakan sosialisasi Mandatori Sertifikat Sanitasi Produk Hewan (KH-12), pada portal Indonesian National Single Window (INSW). Sosialisasi ini diikuti eksportir sarang burung walet (SBW).

Kepala Karantina Pertanian Semarang, Parlin Robert Sitanggang mengatakan kegiatan itu merupakan tindak lanjut diberlakukannya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2021 tentang Kebijakan dan Peraturan Ekspor.

“Dengan telah diberlakukan aturan ini, kami akan membantu kelancaran ekspor dengan meng-upload KH 12 di INSW dan kami harap eksportir mengisi PPK Online (Permohonan Pemeriksaan Karantina Online) dengan lengkap dan benar, serta memenuhi persyaratan sebagai eksportir yang terdaftar di Kementerian Perdagangan,” ujarnya dikutip dari Badan Karantina Pertanian (Barantan), Selasa (23/11/2021).

Subskoordinator Substansi Karantina Hewan Karantina Pertanian Semarang mengatakan sesuai dengan peraturan itu, eksportir harus memiliki surat keputusan penetapan tempat pelaksanaan tindakan karantina berupa Instalasi Karantina Hewan (IKH) atau Tempat Tindakan Karantina (TTK).

“Oleh karenanya saya mengimbau bagi yang belum memiliki, agar segera mengajukan guna memenuhi salah satu persyaratan ekspor SBW,” katanya.

Baca Juga: Aturan Baru Ekspor Sarang Burung Walet, Ini Salah Satu Persyaratannya
Mentan Dorong Milenial Kalbar Kembangkan Sarang Burung Walet

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Tanjung Emas, Antor Martin menyebutkan ekspor komoditas pertanian yang terus tumbuh di masa pendemi dan pasca pandemi harus didukung, dengan bersinergi dan berkolaborasi antar intansi berwenang dan stakeholder guna mewujudkan Indonesia yang lebih kompetitif, maju, dan bermartabat.

Ke depan diharapkan aturan baru dalam ekspor SBW dapat dipenuhi dan SBW tetap menjadi primadona ekspor dari sektor peternakan di Jawa Tengah. Hal ini akan berimbas pada meningkatnya kesejahteraan petani dan mendukung pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Video terkait:

 

Video Terkait