Mengenal Empat Keju Tertua di Dunia dan Sejarah Penemuannya

Ilustrasi - Manusia telah akrab dengan keju ribuan tahun lalu.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 22 November 2021 | 10:15 WIB

Sariagri - Keju adalah salah satu makanan populer di dunia dengan rasa khas. Penelitian arkeologi menunjukkan kecintaan manusia pada keju bukan hal baru. Manusia mulai membuat keju sekitar 7.500 tahun lalu. Beberapa pecahan tembikar pada periode itu telah menunjukkan produk olahan susu yang diyakini sebagai awal kelahiran keju.

Berikut potongan keju tertua berusia ribuan tahun yang pernah ditemukan dan tersimpan dengan baik di sejumlah tempat seperti dirangkum oldest.org:

1. Keju Mediterania kuno

Usia: sekitar 7.200 tahun

Negara asal: Pantai Dalmatian Kroasia

Bahan: susu sapi

Sebuah penelitian pada September 2018, menemukan bukti keju tertua di dunia. Penelitian itu mengungkapkan masyarakat Neolitik dari Pantai Dalmatian Kroasia mungkin telah membuat keju lebih dari 7.200 tahun lalu.

Para ilmuwan menemukan sisa susu di pecahan tembikar kuno. Beberapa pecahan tembikar termasuk saringan, mirip dengan yang ditemukan di situs Neolitik lainnya. Kemungkinan besar itu digunakan untuk menyaring dalam proses pembuatan keju.

Sementara para ilmuwan yang menerbitkan makalah percaya penemuan tembikar itu menunjukkan bukti definitif keju. Namun, ada beberapa penolakan dari ilmuwan lain dalam komunitas ilmiah. Menurut salah satu ilmuwan yang skeptis, jejak lemak mungkin saja berasal dari campuran daging dan bukan produk susu.

2. Keju Polandia kuno

Usia: lebih dari 7.000 tahun

Negara asal: Polandia

Bahan: susu sapi

Majalah Smithsonian pada 2012 membahas penemuan yang diyakini sebagai bukti awal pembuatan keju. Sebuah analisis dilakukan pada pecahan tembikar berusia 7.000 tahun dari Polandia. Pecahan tembikar itu  memiliki lubang di dalamnya yang terlihat sangat mirip dengan saringan keju modern.

Para peneliti menguji residu di sekitar lubang dan menemukan sejumlah kecil lemak pada produk susu. Mereka juga menganalisis pecahan tembikar lain dari situs itu dan menemukan lemak dari bangkai sapi. Masyarakat di daerah itu mungkin menggunakan mangkuk yang tidak berlubang untuk menyimpan dadih atau air dadih.

Baca Juga: Mengenal Empat Keju Tertua di Dunia dan Sejarah Penemuannya
Enam Keju Terunik di Dunia, Kaya Rasa dari Jamur hingga Buah



3. Keju Cina kuno

Usia: lebih dari 3.600 tahun

Negara asal: Gurun Taklamakan, Xinjiang, Cina

Bahan: susu kefir (kemungkinan besar dibuat dengan susu sapi)

Meski ada jejak keju yang lebih tua dari tembikar, potongan zat kekuningan yang ditemukan di Gurun Taklamakan China merupakan potongan keju tertua yang pernah ditemukan. Menurut peneliti, keju itu kemungkinan dikubur bersama mumi.

Keju itu ditemukan di beberapa makam, di sekitar leher dan dada mumi. Analisis kimia menunjukkan keju ini tidak dibuat dari enzim hewani seperti rennet. Sebaliknya, keju itu dibuat dengan mikroba seperti Lactobacillus dan ragi Saccharomycetaceae yang ditemukan dalam minuman susu fermentasi atau dikenal sebagai kefir. Kehadiran susu kefir ini dapat menjelaskan mengapa penggembalaan dan pemerahan menyebar melalui Eurasia meski sebagian besar masyarakat daerah itu tidak toleran terhadap laktosa.

4. Keju Mesir kuno

Umur: lebih dari 3.000 tahun

Negara asal: Saqqara necropolis, dekat Kairo, Mesir

Bahan: Susu domba dan kambing

Baru-baru ini, penemuan lain mengklaim keju tertua di dunia telah ditemukan di Mesir. Meski bukan tertua di dunia, itu merupakan keju tertua yang pernah ditemukan pada periode Mesir Kuno. Keju ini digambarkan sebagai "masa keputihan yang memadat".

Keju itu ditemukan dalam guci dari makam Ptahmes, seorang pejabat tinggi Mesir Kuno dari abad ke-13 SM. Analisis mengungkapkan keju itu terbuat dari susu domba dan kambing. Peneliti juga menemukan jejak bakteri brucellosis di dalam keju. Brucellosis adalah penyakit menular dari susu yang tidak dipasteurisasi atau daging setengah matang dari kambing atau domba. Ini dianggap sebagai bukti tertua dari penyakit itu yang masih ada sampai sekarang. 

Video terkait:

Video Terkait