Inspiratif! Kisah Tukang Jahit Sukses Ternak Burung Murai Batu di Lahan Sempit

Irun Supriatna, peternak burung murai batu (Youtube/Kisah Tanpa Batas)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Sabtu, 20 November 2021 | 14:00 WIB

Sariagri - Beternak burung murai batu kini menjadi penghasilan utama Irun Supriatna mencari uang. Lahan sempit rumah kontrakannya pun berhasil ia sulap menjadi lokasi ternak murai batu dan sukses berproduksi.

Meski awalnya sempat ditentang keluarga, Irun yang dulunya berprofesi sebagai tukang jahit berhasil membuktikan kepada keluarga bahwa usaha ternak burung murai batu juga bisa meraup untung banyak. Tak main-main, kini sawah dan rumah di kampung pun bisa didapat dari hasil ternak burung murai batu yang ia beri nama Kembar Bird Farm.

"Awalnya saya tukang jahit, tapi dari hobi jual beli murai trotolan kok lebih menguntungkan. Jadi saya lebih fokus ke jual beli trotolan. Dari tukang jahit beralih ke (usaha) murai trotolan," kata Irun, dikutip dari Youtube Kisah Tanpa Batas.

"Ketika di usaha jahit udah lumayan (penghasilannya) dan punya karyawan, terus berbarengan di burung juga lumayan. Nah disitu saya harus memfokuskan salah satu. Sekarang saya mengutamakan di ternak burung," sambungnya.

Ternak burung murai batu sangat menjanjikan

Sempat kena larangan dari sang istri, kini Irun menjadikan usaha ternak burung murai batu sebagai penghasilan ekonomi keluarga.

"Ya intinya sama sekali gada restu dari keluarga lah dulu waktu lagi hobi sebelum jual beli. Tapi setelah udah ada hasilnya alhamdulillah semua mendukung," ujarnya.

Baca Juga: Inspiratif! Kisah Tukang Jahit Sukses Ternak Burung Murai Batu di Lahan Sempit
Tekuni Usaha Puyuh Sejak 1992, Peternak Sukabumi Ini Ekspor 2 Juta Butir Telur Per Bulan

Dalam merawat murai, lanjut Irun, diperlukan ketelatenan dan kasih sayang. Untuk lokasi kandang pun tidak harus mewah yang penting pakan tercukupi sehingga produksi akan lancar.

"Jadi gak harus modal gede juga untuk ternak murai, asal ada kemauan. Apalagi kalo dari usaha trotolan kan harga terjangkau. Meski prosesnya lama tapi nanti kan akan terus berproduksi," pungkasnya.

Video Terkait