Waspada! Kucing yang Berkeliaran di Luar Rumah Berpotensi Sebarkan Parasit Mematikan

Ilustrasi kucing (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 15 November 2021 | 16:20 WIB

Sariagri - Kucing merupakan hewan peliharaan yang banyak disukai karena lucu dan menggemaskan. Namun, tetap waspada, hewan berbulu ini jika tidak dirawat denghan baik akan berpotensi membawa parasit yang membahayakan.

Sebuah studi baru menemukan bahwa, kucing yang dibiarkan berkeliaran di luar rumah, memiliki potensi lebih besar untuk menyebarkan parasit. Studi ini dilakukan oleh para ilmuwan dari University of British Columbia.

Mereka menemukan bahwa kucing yang berkeliaran bebas, baik kucing peliharaan maupun kucing liar, cenderung menyebarkan parasit yang berpotensi mematikan di daerah perkotaan yang padat penduduk.

Penelitian menemukan bahwa Toxoplasma gondii lebih mungkin menginfeksi satwa liar, di mana kepadatan manusia lebih tinggi. Toxoplasma gondii adalah parasit yang menginfeksi sebagian besar hewan berdarah panas, termasuk manusia, dan menyebabkan penyakit toksoplasmosis.

"Seiring dengan meningkatnya kepadatan manusia, populasi kucing juga akan meningkat. Dan seiring dengan meningkatnya populasi kucing, kami memperkirakan jumlah kucing yang berkeliaran bebas juga akan meningkat," kata pemimpin studi Dr. Amy Wilson , seorang profesor di Departemen Ilmu Hutan dan Konservasi UBC, seperti dikutip cbc.ca.

Studi ini menganalisis lebih dari 45.000 kasus toksoplasmosis pada hewan liar, menggunakan data dari lebih dari 200 studi global. Menurut temuan mereka, kucing domestik adalah kucing peliharaan adalah "inang paling penting untuk toksoplasma," karena kucing yang terinfeksi dapat mengeluarkan telur parasit dalam kotorannya.

"Inti dari siklus hidup toksoplasma adalah kucing kita - kucing domestik dan kucing liar. Merekalah satu-satunya yang dapat mengeluarkan ookista (telur) ke lingkungan," kata Wilson.

Toksoplasmosis, juga dikenal sebagai penyakit kotoran kucing yang dapat menyebabkan kebutaan dan keguguran pada manusia, dan dapat berakibat fatal bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah. Penyakit ini juga telah dikaitkan dengan gangguan sistem saraf, kanker dan kondisi kronis yang melemahkan lainnya.

Pada hewan dan manusia yang sehat, parasit dapat tetap tidak aktif dan jarang menyebabkan kerusakan langsung.

Kurangi risiko pada Kucing

Wilson mengatakan, manajemen hewan peliharaan yang bertanggung jawab dapat mengurangi penyebaran parasit baik bagi satwa liar, satwa peliharaan dan manusia.

"Pemilik kucing luar perlu memahami apa yang mereka paparkan kepada tetangga mereka," katanya, sembari menyarankan agar pemilik kucing tidak membiarkan kucingnya berkeliaran atau membuang kotoran di luar rumah.Baca Juga: Waspada! Kucing yang Berkeliaran di Luar Rumah Berpotensi Sebarkan Parasit Mematikan
Amankah Mencium Hewan Peliharaan dengan Mulut? Ini Penjelasan Ahli



Studi tersebut mengatakan satu kucing yang terinfeksi dapat mengeluarkan sebanyak 500 juta telur toksoplasma hanya dalam dua minggu. Telur-telur itu kemudian dapat hidup selama bertahun-tahun di tanah dan air, dengan potensi menginfeksi burung atau mamalia apa pun, termasuk manusia, kata David Lapen, seorang ilmuwan peneliti untuk Pertanian dan Agri-Food Canada.

"Ada kontaminasi tanah dan air. Dan (parasit) bergerak kemudian tertelan oleh hewan atau menginfeksinya," jelasnya.

Video Terkait