Simak Fakta Menarik Tentang Sapi Wagyu, Ada di Indonesia?

Ilustrasi daging wagyu (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Kamis, 11 November 2021 | 13:15 WIB

Sariagri - Sapi wagyu dikenal menghasilkan daging premium hasil peternakan yang sering diolah menjadi steak. Tekstur dagingnya lembut dan empuk membuat daging sapi asal peternakan Jepang ini digemari pecinta kuliner.

Dosen sekaligus Peneliti Peternakan IPB, Jakaria menjelaskan bahwa produksi daging sapi pedaging dibagi menjadi dua, yaitu berdasarkan kualitas dan kuantitas.

Jakaria menjelaskan kualitas daging sapi dilihat dari score marbling (jaringan lemak pada daging). Jika dilihat dari kualitasnya, ada tiga jenis daging sapi yang populer, seperti sapi wagyu dari Jepang, sapi hanwoo dari Korea dan juga angus dari Australia. 

Kenapa daging sapi wagyu mahal? 

Seorang pelanggan membeli daging wagyu dari vending machine. (Foto: Instagram @easymeatsg)
Seorang pelanggan membeli daging wagyu dari vending machine. (Foto: Instagram @easymeatsg)

Jakaria mengatakan, alasan daging sapi wagyu mahal adalah konteksnya bukan ke produksi daging, tapi ke kualitas daging. Sehingga para peternak hanya mengambil sekitar 20 persen untuk dikomersilkan.

Kebanyakan daging sapi wagyu yang dikomersialisasikan adalah has dalam, has luar dan sedikit di bagian paha. Tentunya, semua hanya diambil 20 persen dari total setiap bagiannya.

Selain jumlahnya yang digunakan sedikut, pakan untuk sapi wagyu juga jenisnya berbeda dibandungkan sapi pada umumnya. Pakan yang digunakan harus bisa menghasilkan pola marmer. 



Apakah daging sapi wagyu ada di Indonesia?

Ilustrasi daging wagyu. (Pixabay)
Ilustrasi daging wagyu. (Pixabay)

Indonesia masih belum dapat memproduksi sapi pedaging yang dapat menghasilkan daging berkualitas, seperti wagyu. Pasalnya, ketiga jenis sapi tersebut memang harus dibesarkan di daerah dengan temperatur rendah atau daerah dingin.

Sedangkan, Indonesia memiliki iklim tropis dan cenderung memiliki suhu tinggi atau panas. Sehingga, saat ini masih sulit untuk mengembangkan sapi pedaging seperti wagyu. Namun, bukan berarti tidak dapat dikembangkan.

Jakaria tengah melakukan penelitian dengan sapi Bali untuk menghasilkan daging berkualitas. Menurutnya, sapi dari Pulau Dewata memiliki potensi untuk menghasilkan daging berkualitas.

Untuk mengembangkan sapi wagyu di Indonesia, Jakaria mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti  genetik, usia umur potong yang tidak boleh terlalu tua dan juga jumlah pakan. 

Apakah daging sapi wagyu haram?

Jerome Polin olah daging wagyu bareng Dims The Meat Guy. (YouTuber/Nihongo Mantappu)
Jerome Polin olah daging wagyu bareng Dims The Meat Guy. (YouTuber/Nihongo Mantappu)

Beberapa waktu lalu, Majelis Ulama Indonesia telah memberikan sertifikasi halal kepada salah satu Rumah Potong Hewan (RPH) Zenkai Meat yang ada di provinsi Kumamoto, Jepang. Dengan sertifikasi halal dari MUI ini, maka wagyu yang diproduksi RPH Zenkai Meat, Jepang telah aman dikonsumsi di Indonesia karena sudah bersertifikasi halal. 

Kandungan gizi daging sapi wagyu 
Daging Wagyu (Unsplash)
Daging Wagyu (Unsplash)

Beberapa ahli mengatakan, satu porsi daging wagyu dari Jepang (sekitar 113 gram) mengandung sedikitnya 280 kalori. Selain rendah kalori, daging inj juga memiliki berbagai nutrisi.

Menurut penelitian, wagyu mengandung lebih banyak asam lemak omega-3 dan omega-6, dibanding daging sapi lainnya. Wagyu juga mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh tunggal ketimbang daging sapi lain.

Untuk diketahui, omega-3 dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, risiko kanker, menjaga kesehatan indra penglihatan, hingga mencegah demensia. Menariknya lagi, peningkatan asam lemak omega-3 dan omega-6 bisa membantu pencernaan trigliserida dan kolesterol dalam tubuh.

Sementara, kandungan asam lemak yang ada di dalam wagyu dapat mengendalikan tekanan darah dan menjaga suhu tubuh tetap normal. Asam lemak tak jenuh tunggal juga bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. protein yang terkandung dalam daging ini juga bisa menjaga otot dan meningkatkan asupan energi serta metabolisme.

Daging wagyu juga kaya akan zat besi yang merupakan salah satu mineral untuk membentuk sel darah merah, dan mengangkut oksigen ke dalam tubuh. Zat besi dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan baik di masa pandemi seperti saat ini.

Konsumsi daging wagyu dapat mencukupi kebutuhan zat besi harian sebanyak 10 persen, atau sekitar dua miligram per hari. Wagyu juga banyak mengandung natrium, sekitar 60 gram. Menurut para ahli, natrium dapat menjaga keseimbangan cairan tubuh dan berperan untuk mendinginkan tubuh saat berkeringat. Tak hanya itu saja, natrium juga dibutuhkan tubuh untuk membantu mengirimkan sinyal ke sistem saraf.

Video Terkait



Baca Juga: Simak Fakta Menarik Tentang Sapi Wagyu, Ada di Indonesia?
Peternakan Jepang Promosikan Daging Wagyu Indukan Sapi yang Rendah Lemak dan Umami