Wanita Asal Jambi Ini Sukses Jadi Peternak Lebah dan Pengusaha Madu, Kantongi Omzet Rp150 Juta

Candra Lela wanita asal Jambi sukses beternak dan menjual madu lebah. (Youtube Muda Menginspirasi)

Penulis: M Kautsar, Editor: Reza P - Rabu, 10 November 2021 | 17:40 WIB

Sariagri - Berangkat dari cita-citanya mengangkat derajat tanah kelahirannya, membuat wanita satu ini terjun sebagai seorang petani madu. Candra Lela wanita asal Muaro Jambi ini sukses menjadi seorang petani madu dengan omset mencapai ratusan juta rupiah.

“Saya lahir dan besar di Jambi kemudian saya mencoba mengangkat Jambi dari dunia perlebahan, dan peternakan kami berada di Danau Lamo, Muaro Jambi, Indonesia,” ujarnya seperti di kutip Sariagri dari kanal Youtube Muda Menginspirasi, Rabu (10/11).

Lela menjelaskan bahwa usaha madu hutannya berdiri sejak tahun 2008, dengan segala legalitasnya, namun seiring berjalannya waktu pada tahun 2015 sempat terjadi bencana alam asap sehingga dan dirinya pun mengambil pasokan madu dari para peternak, berjenis apis mellifera dari pulau Jawa dan hingga kini menjadi lebah yang dibudidayakannya.

“Rumah produksi kami ada beberapa varian produk madu yang mana kami bekerja sama dengan petani-petani lain seperti madu jenis black honey itu biasanya dari madu bunga rosela dan madu karet kemudian multiflora, ada madu kelulut dari lebah trigona atau lebah tanpa sengat, dan jenis madu pahit,” jelasnya.

Lela mengungkapkan bahwa jenis lebah apis mellifera mengambil nectar dari tanaman akasia, yang menghasilkan nectar dari ketiak daun muda di mana hanya keluar pada sore dan malam hari. Dikatakannya, modal paling besar dalam memulai bisnis lebah madu yaitu mental yang kuat dan totalitas.

“Bagi saya ketika berwirausaha totalitas itu sangat penting kemudian fokus jangan mudah menyerah ketika gagal harus mencari solusi jangan kita tinggalkan itu hanya menambah permasalahan saja,” imbuhnya.

“Alhamdulillah omzet kami saat ini ada di angka Rp150 juta,” ucapnya.

Tips meminum madu yang baik dan benar

Lela yang juga membuka edukasi tentang dunia permaduan mengatakan bahwa mengkonsumsi madu yang baik dan benar bukan ketika sakit, melainkan untuk pencegahan yang diminum minimal tiga kali sehari.

“Tidak dibenarkan meminumnya ketika sakit namun sebagai pencegah, karena madu bukan zat kimia dia alamiah. Efektifnya diminum tiga sendok minimal sehari lebih baiknya sebelum tidur dan pagi hari,” terangnya.

Manfaat madu, lanjut dia, selain untuk stamina tubuh yaitu untuk mengembalikan organ tubuh yang terkena virus dan gangguan lainnya. Dikatakannya, untuk mendapatkan hasil yang efektif bisa dilihat satu sampai dua minngu setelah ruting mengonsumsi madu tersebut.

Baca Juga: Wanita Asal Jambi Ini Sukses Jadi Peternak Lebah dan Pengusaha Madu, Kantongi Omzet Rp150 Juta
Sempat Disepelekan Tetangga, Petani Milenial ini Sukses Berkat Budidaya Trigona

Dia mencontohkan seperti pada pasien yang terpapar virus corona mulai dari Orang Tanpa Gejala (OTG) hingga kondisi terparah sekalipun bisa mengonsumsi madu kelulut. Menurutnya, madu tersebut mengandung propolis terbanyak dan dicampur dengan royal jelly.

“Sebagai contoh madu kelulut, dari kami menyarankan untuk pasien atau kawan-kawan yang hasil dari rapidnya OTG, reaktif boleh mengonsumsi madu kelulut itu tiga sendok (sehari), kalau sudah parah betul tiga sendok setiap lima jam,” katanya.

Video Terkait