Mengenal Ayam Pakhoy, Petarung Penumpas 'Setan' dari Thailand

Ilustrasi ayam petarung. (Foto: Pixabay)

Editor: M Kautsar - Selasa, 9 November 2021 | 19:40 WIB

Sariagri - Ayam tidak hanya dimanfaatkan untuk dikonsumsi saja. Namun unggas ini juga bisa dimanfaatkan untuk menjadi seekor petarung.

Ayam petarung yang biasa diikutsertakan dalam kegiatan sabung ayam memiliki ciri khas yang berbeda dengan ayam ternak pada umumnya. Mereka biasanya terlihat kuat dan gagah.

Salah satu ayam petarung yang dikenal karena kekuatannya adalah ayam pakhoy yang berasal dari Thailand. Hewan ini merupakan hasil persilangan dari ayam Bangkok yang dikenal dengan ayam siam dengan ayam Malaysia yaitu ayam ujung.

Salah satu tujuan dilakukan persilangan ini adalah untuk mengalahkan ayam birma yang merupakan aduan asli Myanmar. Ayam ini memiliki julukan setan karena kekuatannya dalam mengalahkan berbagai jenis ras ayam aduan.

Maka itu pakhoy atau singkatan dari Pama-Khoy ini diambil dari istilah Thailand yang berarti penumpas atau pembunuh setan. Salah satu keunggulan ayam ini adalah kecepatan pada gerakannya dalam beradu.

Gaya bertarung ayam pakhoy disebut dengan slugger yaitu masuk ke sayap, menunduk cepat ke selangkangan dan dengan cepat keluar memukul daru belakang atau menyangkul badan musuh dari depan.

Di Indonesia, ayam pakhoy kerapkali disebut dengan ayam cangkul. Hal itu didasari oleh gaya bertarungnya.

Ayam pakhoy memiliki tulang yang sedikit lebih tebal dan kasar. Untuk ciri-ciri umumnya, ayam ini hampir mirip dengan ayam bangkok. Gaya bertarungnya adalah cara untuk membedakan ayam pakhoy dengan bangkok.

Dikutip dari beberapa sumber, ayam pakhoy memiliki kelemahan yaitu mentalnya yang lemah. Maka itu, dia harus diberikan makanan yang bagus untuk membuatnya senang dan memperkuat tulang.

Baca Juga: Mengenal Ayam Pakhoy, Petarung Penumpas 'Setan' dari Thailand
Dituduh Berkonspirasi Naikkan Harga, 19 Produsen Ayam di AS Digugat

Dalam perawatannya, ayam pakhoy dapat dibedakan dari usianya. Pemisahan anak ayam pakhoy ketika berusia tujuh hari perlu dilakukan untuk meminimalisir kematian.

Untuk makanannya, ayam pakhoy dapat diberikan 591/594, AD 1/ AD 2, 511/512, beras merah, jagung dan bekatul. Selain itu, ayam ini dapat diberikan pakan fragmentasi dan maggot BSF.

Melihat pada kualitasnya, ayam pakhoy dapat dibanderol harga puluhan ribu hingga belasan juta.

Video Terkait