Mengolah Limbah Peternakan Sapi Potong Menjadi Pupuk Cair untuk Tanaman

Ilustrasi - Peternakan sapi potong.(Pxhere)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 27 Oktober 2021 | 10:15 WIB

Sariagri - Selain menghasilkan produksi daging, peternakan sapi potong menyisakan limbah berupa feces dan urin. Umumnya limbah akan dibuang begitu saja, tetapi feces dan urin sapi potong bisa dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman.

Feces sapi potong dapat diolah menjadi pupuk, begitu juga urinnya dapat dijadikan pupuk cair. Pengolahan dan penggunaan urin sapi potong menjadi pupuk cair telah dilakukan penelitian di Loka Penelitian Sapi Potong (Lolit Sapo) pada 2021.

Dikutip dari laman Balitbangtan, proses pengolahan urin menjadi pupuk cair dimulai dengan menampung urin dalam bak penampungan untuk didiamkan 3-4 hari. Tujuannya untuk mengendapkan feces dan kotoran.

Setelah empat hari dipindahkan ke bak penampungan kedua untuk didiamkan selama 14 hari. Peneliti di Lolit Dr. Peni Wahyu Prihandini mengungkapkan tujuan dari pendiaman 14 hari untuk mengurangi bau pesing dan kadar ammonia.

Baca Juga: Mengolah Limbah Peternakan Sapi Potong Menjadi Pupuk Cair untuk Tanaman
Pemerintah Diminta Tegas Tegakkan Aturan Pengunggasan Nasional

Setelah pendiaman selama 14 hari dimasukkan ke dalam tabung fermentor. Selanjutnya ke dalam tabung fermentor ditambah fermentor (bisa pakai EM4 peternakan atau empon-empon) dan tetes tebu kemudian diamkan selama 25 hari. EM4 adalah pengurai atau decomposer, yaitu organisme yang menguraikan bahan organik dari organisme mati.

Setelah didiamkan 25 hari biourin sudah jadi dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair untuk pupuk tanaman. Untuk aplikasinya, dengan melarutkan biourin takaran 5 tutup botol ditambah 1 liter air bersih. Aduk hingga larut dan siramkan ke bagian tanah tanaman.

Video terkait:

Video Terkait