Burung Puyuh, Cocok untuk Belajar Beternak dan Menguntungkan

Ilustrasi burung puyuh. (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Selasa, 26 Oktober 2021 | 10:30 WIB

Sariagri - Burung puyuh menjadi salah satu unggah yang banyak diternakan selama pandemi Covid-19. Selain bisa menjadi jembatan belajar ternak bagi pemula, unggas ini bisa menjadi sumber pendapatan selama pandemi.

Menurut dosen IPB University dari Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak Sekolah Vokasi, Danang Priyambodo ada beberapa kelebihan unggas ini yakni, umur produksi yang cepat. Burung puyuh mulai memproduksi telur pada umur 40 hari setelah menetas. Dalam waktu kurang lebih sekitar 1,5 bulan kita sudah dapat memperoleh telur dari puyuh yang dipelihara.

Selain itu, ukuran tubuh burung puyuh yang relatif kecil membuat biaya pakan yang tidak terlalu besar. Satu ekor puyuh hanya membutuhkan pakan sekitar 20-25 gram per harinya dan luas kandang sebesar 200 centimeter persegi untuk setiap ekornya.

Produksi telurnya tinggi

Ilustrasi  <a target='_BLANK' href='//sariagri.id/article/topic/37255/Peternakan'>peternakan</a>  burung puyuh. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi peternakan burung puyuh. (Foto: Istimewa)

Satu ekor puyuh dapat memproduksi telur sebanyak 250-300 butir dalam 12 bulan masa bertelur. Burung puyuh juga mudah dipelihara dan tidak membutuhkan waktu yang banyak dalam pemeliharaannya.

Selain ukuran tubuhnya yang kecil, puyuh dikenal sebagai unggas yang memiliki daya tahan terhadap penyakit yang baik. Pemeliharaan puyuh hanya dilakukan pada pagi dan sore hari saja, di luar waktu tersebut dapat digunakan oleh peternak untuk aktivitas lainnya.

“Telur puyuh memiliki harga yang murah, namun memiliki gizi yang baik. Harga telur puyuh yang murah saat ini Rp 300 per butir, sangat terjangkau untuk dibeli oleh masyarakat dan telur puyuh sangat baik kandungan gizinya, sehingga permintaan akan telur puyuh akan selalu meningkat. Kotoran burung puyuh juga dapat dijadikan sebagai nilai tambah dalam beternak. Kotoran puyuh sangat baik digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman buah atau sayuran, oleh karena itu kotoran puyuh dapat dimanfaatkan atau dijual sebagai pendapatan tambahan,” kata Danang, dikutip dari laman resmi IPB University.

Gunakan air es

Puluhan burung puyuh di peternakan tumpangsari  Malang (SariAgri/Arief L)
Puluhan burung puyuh di peternakan tumpangsari Malang (SariAgri/Arief L)

Tim peneliti dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB) yang beranggotakan Iman Rahayu, Sumiati, Andoni Reza Nugroho, dan Jonatan Senja mengatakan suhu dan kelembapan menjadi faktor penting untuk puyuh.

Sebagai negara tropis dengan suhu lingkungan yang cukup tinggi (rata-rata 27,2 derajat Celcius dengan variasi suhunya berkisar 19,9 hingga 35,7 derajat Celcius) dan kelembaban relatifnya berkisar 50 persen - 91 persen. Sementara puyuh membutuhkan suhu antara 21-24 derajat Celcius untuk dapat bereproduksi secara maksimal.

Baca Juga: Burung Puyuh, Cocok untuk Belajar Beternak dan Menguntungkan
Demi Cegah Flu Burung, Prancis Musnahkan 600 Ribu Itik

“Karena puyuh akan banyak minum jika suhu lingkungan tinggi, kami mencoba meneliti pengaruh pemberian minuman dingin atau suhu rendah sebagai salah satu cara alternatif untuk mencegah stres pada puyuh yang disebabkan oleh cekaman panas tersebut,” kata Iman Rahayu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tambahan es sebanyak 75 persen dari volume air minum puyuh (suhu 4 derajat Celcius) memiliki pengaruh yang positif terhadap bobot telur dan persentase putih telur yang dihasilkan. Pemberian tambahan es sebanyak 50 persen (suhu 8 derajat Celcius) dan 75 persen dari volume air minum dapat menurunkan stres panas pada puyuh yang mengalami cekaman panas. Selain itu, puyuh yang diberikan air minum dengan tambahan es cenderung lebih toleran terhadap suhu lingkungan yang tinggi.

Video Terkait