Pandemi Covid-19 Bawa Berkah untuk Petani Madu

Ilustrasi - Tren mengonsumsi madu beku. (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:40 WIB

Sariagri - Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat untuk terus menjaga imunitas tubuh. Sain konsumsi vitamin, masyarakat juga mulai mencari bahan alami yang baik untuk kesehatan seperti madu.

Naiknya minat masyarakat untuk konsumsi madu menjadi berkah tersendiri untuk produsen madu. Hal ini pun dirasakan oleh produsen madu CV. Madu Apriari Mutiara. 

Pasalnya selama pandemi, permintaan akan madu propolis yang diproduksinya mengalami peningkatan.

“Pas Covid-19 madu propolis (penjualannya) meningkat pesat,” kaya Sri, salah seorang pegawai CV. Madu Apriari Mutiara saat ditemui Sariagri dalam acara Pasar Tani Goes to Mall, Kamis (21/10).

Sri mengatakan, saat ini sudah banyak kantor yang minat dengan produk madu dari tempatnya bekerja. Bahkan, permintaan tersebut juga ada yang datang dari luar negeri. 

“Pemasaran sudah ke kantor-kantor dan juga ke luar negeri seperti Malaysia, Turki, dan Nigeria,” kata Sri. 

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Bawa Berkah untuk Petani Madu
Perubahan Iklim Buat Panen Madu di Prancis Menurun Drastis

CV. Madu Apriari Mutiara mulai didirikan pada 1 April 2010 lalu oleh mantan marketing perusahaan madu. Pengalamannya sebagai marketing membuatnya percaya diri dalam mendirikan usahany itu. Karena ia sudah memiliki kliem-klien dari tempatnya bekerja. 

Selain memasarkan produk madu cair, CV. Madu Apriari juga membuat berbagai olahan madu seperti permen yang bebas gula. 

Video Terkait