Waspada, Rontok Bulu Bisa Turunkan Produksi Telur Itik

Ilustrasi - Rontok bulu pada itik.(Balitbangtan)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:40 WIB

Sariagri - Selain ayam, produk ternak itik berupa daging dan telur digemari masyarakat. Untuk memenuhi permintaan masyarakat, produktivitas ternak itik harus tetap terjaga. Salah satu yang perlu diwaspadai peternak itik adalah rontok bulu.

Dilansir laman Balitbangtan, rontok bulu pada ternak itik tidak bisa dianggap sepele. Apabila tidak ditangani dengan baik, produksi telur akan berkurang.

Rontok bulu adalah proses lepasnya bulu-bulu secara alami pada unggas betina dewasa selama masa produksi telur sebagai akibat terdorong tumbuhnya bulu baru. Rontok bulu merupakan waktu istirahat bagi ternak unggas dalam menghasilkan telur dan sekaligus melakukan regenerasi pada jaringan saluran reproduksi atau oviduk.

Baca Juga: Waspada, Rontok Bulu Bisa Turunkan Produksi Telur Itik
Cerita Muhammad Lutfi Merintis Usaha Peternakan Ayam Sejak di Bangku Kuliah

Rontok bulu menyebabkan periode berhenti bertelur menjadi lebih lama. Kejadian rontok bulu dan produksi telur dipengaruhi hormon prolaktin yang diduga dikontrol gen prolaktin.
Tingginya konsentrasi hormon prolaktin akan menghambat kerja hipofisa yang mengakibatkan produksi hormon gonadotropin yaitu follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) menurun sehingga tidak terjadi ovulasi. Akibatnya produksi telur berhenti dan pada saat bersamaan terjadi proses rontok bulu.

Penanganan rontok bulu secara genetik dapat dilakukan dengan cepat dan akurat. Upaya pencarian marka gen rontok bulu dapat dilakukan melalui pendekatan dengan sifat mengeram pada unggas, karena proses fisiologisnya saling terkait dengan kelangsungan produksi telur.

Video terkait:

Video Terkait