Begini Tips Tingkatkan Produksi Ayam Kampung

Ayam KUB merupakan ayam kampung unggul Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (Balitbangtan)

Editor: M Kautsar - Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:30 WIB

Sariagri - Dari tahun ke tahun, permintaan ayam kampung cenderung mengalami kenaikan. Akan tetapi, kenaikan permintaan itu tidak diiringi oleh bertambahnya jumlah pasokan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya untuk dapat memenuhi permintaan tersebut.

Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Sri Sudaryati, menyebut beberapa perkiraan yang dapat dijadikan patokan dalam meningkatkan produksi ayam kampung. 

Faktor pertama yang dapat digunakan untuk memperkirakan produksi ayam kampung adalah tampilan atau kondisi fisik tubuh ayam. Perkiraan tampilan poduksi bobot badan dapat dilakukan melalui warna bulu, panjang shank, lebar dada, panjang badan, dan bentuk jengger.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Sudaryati, diketahui bahwa ayam dengan warna bulu putih kurang bagus daripada hitam. Ayam berbulu hitam memiliki bobot lebih berat dan penampilannya lebih tinggi, sedangkan ayam berbulu putih memiliki bentuk badan lebih kecil.

Selain itu, catatan hasil perkawinan ayam juga perlu diperhatikan untuk mendapatkan calon indukan yang benar-benar unggul,” kata Sudarti, seperti dikutip dari laman resmi UGM.

 

Sudaryati mengatakan persilangan antara ayam jantan kampung dan betina ras petelur dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produksi ayam kampung. Persilangan itu akan menghasilkan ayam super/joper/kamper/ayam kampus.

Dalam usaha mendapatkan ayam super tersebut harus diingat adanya male line dan female line,” tambahnya.

Garis keturunan jantan harus memiliki daya hidup yang tinggi, telur besar, dan berat badan bagus. Sementara garis keturunan betina harus memproduksi telur dengan baik, cangkang telur bagus, dan kualitas telur bagus. Garis keturunan jantan dan betina dengan sifat-sifat tersebut akan menghasilkan ayam dengan daya hidup yang tinggi, badan besar, telur besar, produksi telur bagus, dan cangkang telur bagus.

Baca Juga: Begini Tips Tingkatkan Produksi Ayam Kampung
Peternak Kecil dan Menengah Menjerit Akibat Pakan Mahal dan Harga Telur Anjlok

Sudaryati menegaskan ayam itu akan menjadi final stock sehingga tidak boleh dikembangkan.

Tak hanya itu, proses dewasa kelamin ayam jantan lebih lambat dari betina, tetapi kemampuan reproduksi ayam jantan lebih cepat turun drastis. Untuk itu, pejantan sebaiknya digunakan hanya sampai umur 44—50 minggu”, jelasnya.

Sudaryati menambahkan, hasil telur betina untuk ditetaskan dapat digunakan hingga umur 6468 minggu. Setelah melewati itu, telur kurang layak untuk ditetaskan, tetapi masih layak sebagai telur konsumsi.

 Video terkait:

Video Terkait