Mengejutkan, Ilmuwan Cina Temukan Kalajengking Purba Seukuran Anjing

Ilustrasi kalajengking laut. (Live Science via Yang Dinghua)

Editor: Dera - Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Sariagri - Sejumlah arkeolog belum lama ini menemukan fosil kalajengking laut seukuran anjing di kawasan Cina. Kalajengking ini dipercaya merupakan predator puncak pada masanya dan hidup jutaan tahun silam.

Para arkeolog mengatakan kalajengking laut sepanjang 3,3 kaki (1 meter) ini berkeliaran di laut yang sekarang disebut Cina pernah hidup sekitar 435 juta tahun yang lalu dengan menggunakan lengannya yang besar dan berduri untuk menjerat mangsanya.

Dalam laporan di jurnal Science Bulletin edisi 30 November, para peneliti menjelaskan kalajengking yang disebut Terropterus xiushanensis ini, merupakan eurypterid, artropoda kuno yang terkait erat dengan arakhnida modern dan kepiting tapal kuda.

"Tungkainya yang berduri diduga digunakan untuk menangkap mangsa dan analogi dapat digambarkan dengan 'keranjang penangkap' yang dibentuk oleh pedipalpus berduri laba-laba cambuk di antara arakhnida," tulis rekan penulis studi Bo Wang dari Institut Geologi Nanjing dan Paleontologi dan Pusat Keunggulan dalam Kehidupan dan Paleoenvironment di Akademi Ilmu Pengetahuan Cina.

Pedipalpus adalah pelengkap paling depan dari arakhnida atau serangga berkaki delapan. Biasanya berfungsi untuk mentransfer sperma dari laba-laba jantan ke pasangan betina, di beberapa arakhnida, seperti laba-laba cambuk, pedipalpus telah beradaptasi untuk berburu mangsa.

Kelajengking yang menakutkan ini hidup selama periode Silur, antara sekitar 443,8 juta dan 419,2 juta tahun yang lalu. Pada saat ini, kalajengking akan menjadi predator puncak di bawah air, mereka menerkam ikan dan moluska.

Baca Juga: Mengejutkan, Ilmuwan Cina Temukan Kalajengking Purba Seukuran Anjing
Kisah Biksu Berhati Mulia 'Penyelamat' 8.000 Anjing Terlantar

Melansir Live Sciense, eurypterids atau kalajengking laut memiliki berbagai ukuran, di mana yang terkecil seukuran tangan manusia dan yang terbesar sebesar manusia dewasa. Para peneliti mengatakan T. xiushanensis adalah yang pertama ditemukan dari keluarga Mixopteriade dalam 80 tahun.

"Pengetahuan kami tentang hewan aneh ini terbatas hanya pada empat spesies dalam dua genera yang dijelaskan 80 tahun lalu. Mixopterus kiaeri dari Norwegia, Mixopterus multispinosus dari New York, Mixopterus simonsoni dari Estonia dan Lanarkopterus dolichoschelus dari Skotlandia," tulis Wang dan rekannya dalam penelitian tersebut.

Video Terkait