Menilik Potensi Bisnis Jangkrik di Masa Pandemi COVID-19

Ilustrasi budi daya jangkrik. (Sariagri/Ibrahim)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:40 WIB

Sariagri - Pandemi COVID-19 membuat ekonomi berjalan melambat karena adanya pembatasan masyarakat dalam beraktivitas. Meski demikian, ada salah satu potensi bisnis yang menarik yaitu ternak jangkrik.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, menyerahkan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto kepada kelompok peternak jangkrik. Langkah ini dilakukan agar mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

"Penyerahan bantuan tersebut di antaranya kepada Poktan Tani Marem Desa Sidorejo Jetis, Poktan Basuki Desa Salen Kecamatan Bangsal, Poktan Utomo Desa Ngastemi Kecamatan Bangsal, dan Poktan Tani Joyo Mulyo Desa Mejoyo Kecamatan Bangsal," tutur Bupati Ikfina Fahmawati saat penyerahan simbolis bantuan kepada Poktan Tani Marem Desa Sidorejo Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Usaha Jangkrik Tak Terdampak Pandemi

Masing-masing poktan mendapat 20 kilogram telur jangkrik, 177 set rak telur, dan 1.257,5 kilogram pakan konsentrat. Bantuan ini diharapkan menjadi peluang bagi peternak jangkrik agar bisa mengembangkan usaha menjadi lebih luas lagi.

Bupati Ikfina mengungkapkan, jangkrik yang biasanya dijual sebagai pakan burung menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan di tengah pandemi COVID-19. Dasarnya, permintaan pasar terhadap jangkrik untuk pakan burung cenderung stabil.

"Beternak jangkrik termasuk bidang yang tidak begitu terdampak pandemi. Peluang keuntungannya juga menjanjikan. Jangkrik dapat dijual untuk diolah jadi pakan burung jenis berkicau. Pemberian bantuan ini, kami harapkan dapat membantu perluasan usaha para peternak jangkrik di Kabupaten Mojokerto," ujarnya.

Pemulihan Ekonomi

Pemkab Mojokerto terus berupaya mempercepat pemulihan ekonomi akibat COVID-19 dengan melihat potensi-potensi masyarakat. Dari situ, Pemkab akan memetakan sektor-sektor potensial yang bisa diandalkan untuk menggerakkan roda perekonomian daerah.

"Selain terus memaksimalkan penanggulangan COVID-19, Pemkab Mojokerto juga memulihkan ekonomi masyarakat. Kami ingin supaya sektor ini bisa berjalan normal kembali dalam berbagai pembatasan PPKM. Untuk menormalkan kembali kegiatan di masyarakat, syaratnya kita harus turun level PPKM yang salah satu indikatornya adalah cakupan vaksinasi minimal 70 persen. Saat ini kita sudah sekitar 65 persen, dan kami akan terus tingkatkan itu," jelasnya.

Baca Juga: Menilik Potensi Bisnis Jangkrik di Masa Pandemi COVID-19
Geliat Kerajinan Sangkar Burung dari Bambu Terus Meningkat Walau Pandemi

Selaras, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Agus Hardjito menegaskan bahwa bantuan ini menjadi salah satu usaha pemkab setempat untuk memulihkan ekonomi masyarakat terdampak pandemi COVID-19.

"Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pertanian memberikan bantuan untuk kawan-kawan peternak jangkrik sebagai bentuk stimulan penggerak ekonomi masyarakat agar pulih kembali," pungkas Agus.

Video Terkait