Diminta Gandeng UMKM, Perusahaan Pakan Ternak Belanda Ekspansi Bisnis ke Jawa Timur

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam pertemuan dengan De Heus, di Amsterdam, Belanda, Senin (11/10/2021). (Antarafoto)

Penulis: Yoyok, Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 12 Oktober 2021 | 11:30 WIB

Sariagri - Perusahaan pakan ternak asal Belanda, De Heus, akan melakukan ekspansi bisnis senilai 50 juta dolar AS untuk proyek pembangunan industri pakan ternak serta pembangunan rumah potong hewan berteknologi tinggi.

De Heus berencana untuk memperluas investasi senilai 50 juta dolar AS dalam proyek pembangunan industri pakan ternak di Kawasan Industri (KI) Pasuruan, Jawa Timur, serta pembangunan rumah potong hewan berteknologi tinggi.

Rencana peluasan investasi itu dibahas dalam pertemuan antara Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia dan CEO De Heus Animal Nutrition, Koen de Heus di Amsterdam, Belanda, Senin (11/10).

Bahlil menyambut baik rencana perluasan investasi De Heus dan siap memfasilitasi pengurusan perizinan dan insentif fiskal sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta kebutuhan bahan baku industri pakan ternak tersebut.

"Kami juga ingatkan agar nantinya De Heus bekerja sama dengan UMKM dan pengusaha lokal di daerah dalam merealisasikan rencana investasinya. Untuk pengurusan perizinan dan insentif, kita akan bantu," ujarnya secara tertulis di Jakarta, Selasa (12/10).

Bahlil menambahkan, saat ini Indonesia sedang membangun sekitar 30.000 hektare lahan baru jagung di Indonesia, tepatnya di Papua, dengan kapasitas produksi hingga 900.000 ton/tahun.

Sementara itu, CEO De Heus ,Koen de Heus menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Investasi/BKPM tersebut. Koen de Heus menjelaskan investasinya di Jawa Timur saat ini akan membangun pakan ternak berteknologi tinggi, dengan model bisnis yang bekerja sama dengan petani lokal.

Baca Juga: Diminta Gandeng UMKM, Perusahaan Pakan Ternak Belanda Ekspansi Bisnis ke Jawa Timur
PPN Pada Bahan Baku Pakan Picu Inflasi



"Dengan kebutuhan bahan baku sebesar 500.000-600.000 ton per tahun, kami harap pemerintah Indonesia dapat menjaga keseimbangan harga jagung dan kesejahteraan petani jagung dengan adanya harga yang sesuai," kata Koen de Heus.

De Heus sudah berinvestasi di Indonesia sejak tahun 2015, bergerak di bidang industri produk farmasi hewan, industri konsentrat makanan hewan, dan industri makanan ransum hewan.

Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/BKPM, Penanaman Modal Asing (PMA) asal negara Belanda selama periode 2016-triwulan II 2021 menempati posisi ke lima dengan realisasi investasi mencapai 9,2 miliar dolar AS. Capaian tersebut mencakup total 7.608 proyek dan menyerap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 108.082 orang.

Video Terkait