Peternak Layer Jatim Kunjungi Kantor Charoen Pokphand Indonesia

Sejumlah peternak yang tergabung dalam Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara mengunjungi kantor Pusat PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk yang bertempat di daerah Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Senin, 11 Oktober 2021 | 13:40 WIB

Sariagri - Sejumlah peternak petelur (layer) yang bergabung dalam Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara, berkunjung ke kantor Pusat PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk yang bertempat di daerah Ancol, Pademangan, Jakarta Utara pada Senin (11/10).

Para peternak yang berasal dari Jawa Timur ini mengeluh atas harga telur yang tak kunjung membaik. Dengan berjumlah sekitar 200 orang, para peternak layer ini disambut dengan baik oleh jajaran Direksi dan Manajemen PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk.

Pertemuan ini merupakan salah satu rangkaian dari diterimanya para peternak Layer oleh Presiden RI di Istana Negara pada Rabu, 15 September 2021, dimana para peternak layer mengeluhkan tingginya harga jagung dan rendahnya harga telur di tingkat peternak atau kandang.

Seperti diketahui bersama tingginya harga jagung di pasaran membuat para peternak layer, yang sebagian besar merupakan peternak selfmix membutuhkan jagung sebagai bahan campuran pakan lebih besar dibandingkan peternak ayam pedaging, sehingga otomatis dengan kenaikan harga jagung membuat biaya produksi mereka meroket.

Sebenarnya PT Charoen Pokphand Indonesia sendiri, sebagai salah satu perusahaan di industri perunggasan turut merasakan dampak dari tingginya harga jagung, dimana jagung merupakan 50 persen bahan baku utama dari pakan, kenaikan ini akhirnya turut menyebabkan naiknya harga pakan.

Suryono salah satu peternak layer yang hadir dalam aksi tersebut meminta agar budi daya layer bisa sepenuhnya diserahkan oleh peternak rakyat. “Kami berharap budi daya layer ini 100 persen bisa diserahkan kepada kami para peternak rakyat. Para perusahaan besar tidak perlu ikut berbudidaya,” kata Suryono.

Sejalan dengan itu, Sugeng salah satu peternak layer yang juga hadir meminta bahwa telur HE (Hatching Egg) juga tidak beredar dijual ke pasar. “Kami meminta jangan sampai telur HE ini dijual ke pasar, karena dengan dijualnya ke pasar, telur HE bisa merusak harga pasar, dan menyebabkan harga telur merosot. Dan ini membuat mental kami, para peternak kecil ini semakin jatuh,” ujarnya.

Selain itu, keinginan peternak lainnya juga disampaikan oleh Kholil salah satu peternak dari Blitar yang menginginkan bahwa jangan sampai harga telur ini turun terus-terusan. Ia berharap harga telur ini bisa terus stabil dalam kondisi yang baik bisa terus stabil, bukan hanya naik satu atau dua minggu saja, dan setelahnya turun lagi. Peternak berharap terdapat solusi yang permasalahan ini.

Kejadian yang sama pernah terjadi pada tahun 2017, dimana peternak layer merasakan jatuhnya harga telur dipasaran sampai Rp13.800 per kilogram. Pada saat itu Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) mencoba untuk memediasi pertemuan antara peternak ayam layer, produsen pakan ternak, pemerintah dan universitas di Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut PT. CPI memberikan solusi untuk  menurunkan harga pakan komplit dan konsentrat serta  membeli sebanyak 20 ton telur dari peternak Blitar dengan harga Rp1.700 per kilogram lebih tinggi dari pasaran, dan pembelian telur ini sampai saat ini masih berlanjut.

Baca Juga: Peternak Layer Jatim Kunjungi Kantor Charoen Pokphand Indonesia
Siasati Mahalnya Pakan Ternak, Begini Strategi Peternak Ayam di Sulawesi Barat

Dalam diskusi pagi ini Manajemen PT CPI yang diwakili oleh Agoes Haryoko, selaku General Manager Marketing PT CPI, menyampaikan beberapa solusi yang telah dilakukan dan akan dilakukan guna membantu para peternak, salah satunya antara lain Membeli telur langsung dari peternak di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan harga Rp2.000 per kilogram di atas harga pasar di kandang peternak dan akan melanjutkan pemberian subsidi pakan sebesar Rp100 per kilogram, seperti yang sudah dilakukan sebelumnya.

CPI berharap solusi yang diberikan dapat memberikan dampak nyata langsung yang bisa dirasakan oleh para peternak, walaupun tidak sebanyak yang diharapkan, akan tetapi harapannya dengan ini bisa terjalin hubungan yang baik dengan para peternak yang merupakan mitra kerja PT CPI, untuk melewati bersama-sama masa krisis ini.

Video Terkait