Tetap Waspadai Virus ASF, Ekspor Rutin Babi Pulau Bulan ke Singapura 1000 Ekor per Hari

Ilustrasi - Peternakan babi.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 10 Oktober 2021 | 08:00 WIB

Sariagri - Ekspor babi dari Pulau Bulan, Batam, Kepulauan Riau ke Singapura tetap berjalan lancar meski dalam kondisi pandemi COVID-19. Ekspor hewan ternak itu mencapai 1.000 ekor per hari.

"Ekspor masih rutin setiap hari, kecuali Kamis," ujar Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang Raden Nurcahyo Nugroho.

Raden mengatakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diterapkan di Kepri tidak berdampak terhadap kegiatan ekspor ternak babi.

Baca Juga: Tetap Waspadai Virus ASF, Ekspor Rutin Babi Pulau Bulan ke Singapura 1000 Ekor per Hari
Jerman Alami Kasus Pertama Demam Babi Afrika di Peternakan

"Kami terus monitor ekspor babi ke Singapura, sejauh ini memang tak ada hambatan," katanya.

Menurut dia ternak babi di Pulau Bulan menjadi salah satu objek yang harus dilindungi keamanan dan kesehatannya, terutama dari virus flu babi Afrika atau ASF. Virus itu berpotensi dibawa daging babi selundupan atau ilegal. Jika virus ASF sampai masuk ke sana, seluruh ternak babi terancam bisa mati.

Dia mencontohkan di Medan, pernah ratusan ribu ekor babi mati dan dibuang ke dalam sungai akibat terpapar virus ASF.

"Bisa luluh lantak, Itu sumber devisa negara," katanya.

Untuk mencegah masuknya virus ASF, pihaknya rutin patroli dan melakukan pengawasan di pintu masuk pelabuhan dengan memeriksa barang bawaan penumpang.

"Sampai sekarang belum terdeteksi," pungkasnya. 

Video terkait:

Video Terkait