Hindari Kerja Kantoran, Pemuda Lulusan SMA Ini Sukses Usaha Penggemukan Domba

Muhammad Rizal Firmansyah asal Mojokerto sukses usaha penggemukan domba.(Youtube Lokalan Mojokerto)

Penulis: Arif Sodhiq, Editor: Reza P - Kamis, 7 Oktober 2021 | 16:40 WIB

Sariagri - Tidak tertarik dengan pekerjaan formal yang terikat jam kerja, Muhammad Rizal Firmansyah (24), pemuda lulusan SMA asal Mojokerto, Jawa Timur sukses menjalani usaha penggemukan domba.

“Sebenarnya nggak ada pemikiran untuk ke penggemukan domba cuma yang memotivasi saya untuk usaha itu karena saya nggak suka kerja di pabrik ataupun perkantoran. Jadi saya mikir gimana caranya untuk bisa kerja tanpa disuruh dan diikat jam kerja. Akhirnya saya pilih beternak domba,” ujar Rizal dikutip Sariagri dari Youtube Lokalan Mojokerto.

Rizal memulai usaha peternakan domba sejak akhir tahun 2016. Pada awal merintis, Rizal mengaku hanya menjalankan bisnis jual beli domba. Namun dalam perkembangannya dan belajar dari peternak lain, Rizal memutuskan fokus pada penggemukkan domba.

“Dulu awalnya saya cuma jual beli domba, terus semakin lama saya belajar penggemukkan domba dan sampai sekarang berjalan,” katanya.

Dari awalnya hanya lima ekor domba, kini setelah hampir lima tahun usahanya berjalan, Rizal telah memiliki 150 ekor domba di kandangnya.

Rizal menjelaskan proses perawawatan dan penggemukan domba yang dilakukannya. Domba yang baru datang berusia 4-6 bulan akan dicukur terlebih dahulu bulunya agar terlihat jelas bobot tubuhnya.

“Domba yang baru datang ini segera diberi vaksin dan obat cacing, kemudian selang 2–3 hari baru saya cukur bulunya agar kelihatan kalau domba masih kurus,” jelasnya.

Untuk pakan domba di kandangnya, Rizal membuat sendiri dengan komposisi rendeng kangkung, tumpi jagung, geplek dan bungkil kopra dicampur dengan molase serta probiotik. Pemberian probiotik pada pakan untuk mengurangi bau kotoran dan melancarkan pencernaan domba.

Menurut Rizal, pakan buatannya juga dijual ke peternak lokal lainnya, namun belum dipasarkan secara besar-besaran ke luar daerah.

“Alhamdulillah sudah produksi pakan juga tapi untuk penjualannya belum ke skala umum tapi lebih ke mitra-mitra teman-teman peternak domba yang sudah mengenal,” katanya.

Rizal membeberkan, domba siap dipanen setelah melalui masa penggemukkan 2–3 bulan. Jumlah keuntungan bersih yang didapat Rp20 juta per bulan.

Baca Juga: Hindari Kerja Kantoran, Pemuda Lulusan SMA Ini Sukses Usaha Penggemukan Domba
Mantan Pekerja Kontraktor yang Kini Sukses Jadi Supplier Domba

“Saya pasarkan domba ke warung sate, rumah potong hewan atau tukang jagal, dan acara aqiqahan. Alhamdulillah pengiriman domba juga sudah ke luar kota juga,” ungkapnya.

Rizal mengaku senang menjalankan usaha penggemukkan domba pedaging.

“Jangan takut mencoba hal-hal yang baru karena suatu usaha itu kalau tidak ada tekad dan keberanian tidak akan sukses. Kalau gagal, ya coba terus pantang menyerah sampai sukses,” pungkasnya.

Video terkait:

Video Terkait