Raup Omzet Rp24 Juta per Bulan, Pria asal Tuban Ini Sukses Beternak Jangkrik

Adi Guntoro, peternak jangkrik asal Tuban (Dok.Pribadi)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 7 Oktober 2021 | 17:20 WIB

Sariagri - Seseorang yang menjalani profesi sebagai peternak memang tidak biasa dianggap remeh beberapa tahun belakangan ini. Apabila dikelola dengan baik, maka seseorang akan mendulang keuntungan dari bisnis ternak tersebut.

Seperti halnya yang dilakukan Adi Guntoro (37 tahun), seorang peternak asal Tuban yang sukses meraup omzet puluhan juta dari beternak jangkrik.

Awal Mula Menjadi Peternak Jangkrik

Adi yang awalnya pecinta burung merasa kesulitan untuk mendapatkan pakan burung yakni jangkrik. HIngga akhrinya ia mendapat dukungan dari temannya sesama pecinta burung untuk membuat peternakan jangkrik.

"Waktu itu belajar dari teman di Tulungagung untuk ternak jangkrik, akhirnya belajar selama 6 bulan di tahun 2019. Awalnya tidak banyak (jangkriknya) dan sempat bergabung sama temen tapi gagal," kata Adi saat dihubungi Sariagri.id.

"Mulai bangun sendiri tahun 2019 pertengahan. Akhirnya saya kembangin sendiri lama-lama alhamdulillah berhasil mencapai titik keberhasilan," sambungnya.

Beternak Jangkrik

Menurut Adi, ada beberapa bahan yang perlu disapkan untuk beternak jangkrik, seperti box jangkrik, media tray telur jangkrik dan gedebog psang.

"Untuk beternak jangkrik yang perlu disiapkan sangat mudah yaitu box jangkrik sesuai ukuran tergantung kondisi, ga harus besar kecil pun bisa. lalu media (tray telur) untuk jadi media setelah netas. Selain itu perlu disiapkan gedebog pisang untuk minum jangkrik," ujarnya.

Namun, ada beberapa kendala yang dihadapi ketika beternak jangkrik yakni hama, seperti cicak, tokek tikus dan semut. Cara mengatasinya pun berbeda -beda setiap hama.

"Kalau untuk mengatasi semut itu, dibawah box itu dikasih air dalam wadah. Sedangkan untuk mengatasi cicak tokek dan tikus itu dikasih kawat ram. Hal ini dilakukan untuk mencegah hama masuk," tuturnya.

Baca Juga: Raup Omzet Rp24 Juta per Bulan, Pria asal Tuban Ini Sukses Beternak Jangkrik
Hindari Kerja Kantoran, Pemuda Lulusan SMA Ini Sukses Usaha Penggemukan Domba

Omzet dan Penjualan

Adi mengungkapkan bahwa usia panen normal dari jangkrik yakni 35 hari. Total, ia bisa memproduksi 20 kilogram jangkrik per hari kalau hasil panen stabil. Sedangkan omzet, ia menuturkan bisa mendapat Rp24 juta per bulan dari beternak jangkrik.

"Penjualan sementara ini masih dalam kota saja belum luar kota. Jadi dalam kota saja masih kewalahan, permintaan masih banyak terus. Dari penjualan itu per bulan bisa mencapai omzet Rp24 juta," pungkasnya.

Video Terkait