Tips dan Cara Ternak Kalkun Agar Bisa Raup Untung

Ilustrasi kalkun (Foto: Pixabay)

Editor: Reza P - Rabu, 6 Oktober 2021 | 19:00 WIB

Sariagri - Sering dianggap sebagai jenis ayam, sebenarnya kalkun adalah spesies dari burung. Hewan yang yang pertama kali ditemukan di Meksiko ini merupakan salah satu unggas yang memiliki bulu indah dan postur tubuh yang besar. 

Dari beberapa jenis kalkun yang ada, kebayakan jenis kalkun digunakan sebagai hewan peliharaan. Namun, ada juga loh yang dibiakan untuk diambil dagingnya. Nah, kalkun pedaging jenis bronze lah yang biasanya yang sering diternak.

Dibanding daging unggas ternak lainnya, daging kalkun mempunyai proteinnya tinggi, kandungan lemak dan kolesterol lebih rendah. Sehingga termasuk salah satu jenis daging ternak unggas yang layak dikembangbiakan sebagai sumber protein yang tinggi.

Untuk Sobat Agri yang tertarik ternak kalkun ada baiknya kamu menyimak artikel di bawah ini.

1. Pemilihan bibit unggul

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam beternak kalkun adalah memilih bibit yang baik dan unggul agar hasil ternak dapat meningkat. Berikut ini kamu bisa melihat dari ciri-ciri bibit ayam kalkun yang baik:

- Indukan kalkun sehat dan tidak berpenyakit

- Tubuh tidak ada cacat

- Warna tubuh semakin gelap semakin bagus

- Postur tubuh besar, tegap, lincah

- Memiliki nafsu makan tinggi

2. Pemilihan kandang

Seperti hewan ternak lainnya, kalkun juga membutuhkan kandang yang nyaman untuk proses pertumbuhannya. Untuk memilih lokasi kandang, sebaiknya kamu perhatikan hal-hal ini:

- Aman dan jauh dari pemukiman warga

- Bebas dari gangguan binatang lainnya

- Bebas dari bencana alam

- Kondisi tempat tidak lembab dan suhu udara normal

- Mendapat sinar matahari

- Dekat dengan sumber air

Setelah itu, buat kandang kalkun seperti kandang ayam kampung. Namun, pastikan kandang berukuran besar agar dapat bergerak bebas. Selain itu, untuk kandang kalkun pisahkan sesuai dengan umurnya dan jenis kelaminnya.

3. Pemberian pakan

Pakan kalkun bisa berasal dari sisa makanan rumah tangga, dedak dan olahan eceng gondok. Untuk kalkun yang masih berumur 0 sampai 1,5 kamu bisa memberinya BR-1 dengan ditambahkan campuran air panas dan sayuran seperti sawi ataupun sayuran hijau lainnya.

Berikan juga nutrisi tambahan untuk kalkun dengan menambahkan makanan kemasan atau konsentrat yang bisa dibeli di toko pakan ternak.

Baca Juga: Tips dan Cara Ternak Kalkun Agar Bisa Raup Untung
Inilah Alasan Mengapa Kucing Suka Menghadang Jalan dan Melingkari Kaki Pemiliknya

4. Perawatan

Kalkun adalah hewan ternak yang mudah dipelihara. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika beternak kalkun yaitu:

- Memisahkan anakan kalkun dengan induknya

- Memberi vaksin agar terhindar dari penyakit

- Menjaga kebersihan kandang

5. Pengembangbiakan kalkun

Pengembangbiakan kalkun dilakukan dengan cara mengawinkan kalkun jantan dan betina saat sudah berumur sekitar 6 bulan. Ada 2 cara proses perkawinan ayam kalkun, yakni:

- Perkawinan alami

Kalkun jantan dan betina akan melakukan perkawinan secara alami saat ukuran mereka sama.

- Perkawinan buatan

Hal ini dilakukan jika ukuran kalkun jantan lebih besar dibandingkan dengan kalkun betinanya.

Kalkun betina dapat dikawinkan lagi 2 minggu setelah selesai bertelur. Waktu pengeraman berkisar antara 28-30 hari dan dapat dilakukan secara alami ataupun menggunakan alat penetas telur.

Video Terkait