Dianggap Menggangu, Ternyata Manfaat Sarang Laba-laba Luar Biasa dan Jarang Diketahui

Ilustrasi sarang laba-laba. (pixabay)

Editor: Reza P - Sabtu, 2 Oktober 2021 | 20:30 WIB

Sariagri - Merinding sekaligus takut, kira-kira itulah dua hal yang kita rasakan ketika ada laba-laba yang merayap di sekitar kita. Semakin besar laba-laba maka semakin besar juga perasaan takut yang kita rasakan sehingga bisa mengganggu.

Laba-laba biasanya membangun sarangnya di sudut-sudut rumah, di antara tumbuhan atau tempat yang sepi. Sarang itu dibuatnya dengan jaring spesial yang diproduksi tubuhnya.

Bukan hanya bermanfaat bagi si laba-laba itu sendiri, ternyata jaring laba-laba juga bermanfaat bagi manusia loh.

Jaring laba-laba bisa menjadi pembalut luka, benang operasi, dan bahkan ilmuwan juga meniru manfaat ini dengan menciptakan bahan sintetis antibiotik. Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah manfaat jaring laba-laba bagi manusia dalam bidang medis.

1. Jaring laba-laba sebagai benang jahit operasi

Secara medis, laba-laba ternyata dapat digunakan sebagai hewan penyembuh, bukan dengan memanfaatkan tubuhnya tetapi memanfaatkan serat sutera penuh protein yang dimiliki laba-laba. 

Para ahli Farmakologi di Universitas Wyoming Amerika Serikat memanfaatkan benang laba-laba Nephila sebagai benang jahit untuk operasi yang sangat sensitif, seperti operasi-operasi pada tendon, operasi mata, atau jaringan syaraf.

Jaring laba-laba memang dapat menyambung otot (tendon) atau memulihkan ligamen yang rusak. Selain sangat kuat, serat alami ini tidak menyebabkan infeksi.

Meski demikian, para ilmuwan belum menemukan bukti bahwa jaring laba-laba dapat membunuh kuman. Sejauh ini, hasil percobaan menunjukkan bukti bahwa jaring laba-laba tidak menghasilkan respon kekebalan terlalu besar hingga dapat diterima tubuh.

2. Obat penyembuh luka dari jaring laba-laba

Penggunaan serat laba-laba untuk menutup luka memang belum populer di Indonesia. Namun, siapa sangka ternyata pada tahun 2014 lalu lima mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM yaitu Effendi Halim, Mirna Aulia, Claudia Twistasari, Choirunisa Nur Humairo dan Bayu Anggoro Aji berhasil membuat gel yang dapat mempercepat penyembuhan luka. 

Spidweb Gel terbuat dari ekstrak jaring laba-laba ini diklaim dapat mempercepat proses penyembuhan luka pasca operasi cabut gigi, meskipun baru diujicobakan pada hewan, yaitu marmut.

3. Ilmuwan meniru pembalut luka dari jaring laba-laba

Tahun 2017, tim peneliti dari Universitas Nottingham di Inggris membuat jaring laba-laba antibiotik. Tim yang terdiri dari ahli laba-laba dan ahli kimia itu membuat bahan sintetis yang bisa digunakan untuk menyembuhkan luka dan memberikan obat.

Bahan sintetis itu dibuat dari jaring yang diambil dari E.coli dan digabungkan dengan bahan yang lainnya. Jika sekarang sudah dibuat bentuk antibiotik buatannya, sebenarnya ilmuwan terinspirasi dari jaring laba-laba itu yang bisa menjadi pembalut luka.

Baca Juga: Dianggap Menggangu, Ternyata Manfaat Sarang Laba-laba Luar Biasa dan Jarang Diketahui
Harganya Bisa Mencapai Rp 200 Juta, Ini Alasan Kenapa Tokek Bernilai Fantastis

4. Sudah menjadi bahan pengobatan sejak peradaban Yunani Kuno

Dalam pengobatan tradisional di Eropa, jaring laba-laba digunakan untuk membalut luka dan goresan untuk menyembuhkan dan mengurangi pendarahannya. Penggunaan jaring laba-laba untuk menghentikan pendarahan juga sudah dilakukan sejak peradaban awal manusia, yaitu Peradaban Yunani Kuno dan Romawi Kuno.

Pada masa itu, jaring laba-laba digunakan untuk mengobati para prajurit yang terluka dalam perang atau pertarungan. Bangsa Yunani Kuno menggunakan cuka untuk mengairi luka, dan mengoleskan madu di atas luka. Kemudian jaring laba-laba digunakan untuk menutup luka dan berfungsi menahan madu pada luka.

Ternyata di balik bentuknya yang menyeramkan, laba-laba sangat berguna bagi manusia ya Sobat Agri.

Video Terkait