Ratusan Peternak Kecil Menengah di Magetan Gulung Tikar, Dampak Harga Telur Terus Merosot

Protes peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. (Foto: Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Rabu, 29 September 2021 | 16:10 WIB

Sariagri - Tak tahan dengan kondisi harga jual telur ayam yang terus merosot hingga menyentuh angka Rp13.000 per kilogram (kg), ratusan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur menggelar aksi turun ke jalan.

Aksi protes akibat harga telur anjlok dan tingginya harga pakan, dilakukan para peternak ayam petelur di pertigaan lampu merah pasar baru Magetan. Sambil membentangkan poster, mereka mengecam pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang tidak segera turun tangan mengatasi anjloknya harga telur di pasaran.

Baca Juga: Ratusan Peternak Kecil Menengah di Magetan Gulung Tikar, Dampak Harga Telur Terus Merosot
Terjadi Kerumunan, Aksi Bagi-bagi Telur Gratis di Blitar Dibubarkan Aparat



“Kami minta pemerintah membuka mata dan telinga. Peternak ayam petelur sudah lama menjerit, tapi kenapa pemerintah baik pusat maupun daerah seakan tuli dan bisu. Tidak ada tindakan apapun dalam mengatasi anjloknya harga jual telur dan mahalnya pakan terutama jagung," teriak koordinator aksi dari para peternak ayam petelur, Rohman kepada Sariagri, Rabu (29/9).

Rohman menyebutkan akibat kondisi ini sedikitnya 100 lebih peternak kecil dan menengah yang ada di Magetan gulung tikar.

“Harga jual telur ayam di tingkat kandang terus merosot dari semula angka Rp17.000 anjlok hingga titik terendah hari ini Rp13.000 per kilo. Selain merugi, peternak juga sudah tidak mampu lagi beli pakan yang harganya kian mahal. Akibatnya banyak yang tutup," ucap dia.

Dia mengatakan peternak baru bisa mendapat keuntungan jika harga jual telur ditingkat kandang mencapai Rp19.000 per kilogram.

Sebagai bentuk luapan kekecewaaan, para peternak membagi-bagikan telur sebanyak 5 kuintal secara gratis kepada pengendara dan penjalan kaki.

“Mohon bapak-bapak dan ibu pengendara mendoakan kami para peternak yang nyaris ambruk akibat harga pakan mahal dan nilai jual telur anjlok," pungkas Rohman kepada pengendara sambil menyerahkan sebungkus telur ayam.

Video Terkait