Sadar Tidak, Jika Unggas Ternyata Tidak Memiliki Penis? Begini Penjelasannya

Ilustrasi ayam (Foto: Unplash)

Editor: Reza P - Sabtu, 18 September 2021 | 17:00 WIB

Sariagri - Kalau Sobat Agri Perhatikan lebih jeli, hampir semua burung dan unggas tidak memiliki penis.

Dikutip dari artikel Smithsonian Magazine, kebanyakan unggas darat jantan tidak memiliki organ kelamin eksternal atau penis, dan hanya beberapa unggas saja yang memiliki penis eksternal seperti burung unta, bebek dan angsa. 

Mereka para unggas yang yang tidak memiliki penis ini cara membuahi sel telur dengan mengeluarkan sperma dari kloaka. Bagi kamu yang tidak tahu apa itu kloaka, Kloaka merupakan lubang yang berfungsi untuk saluran pencernaan, urin, dan genital pada spesies hewan tertentu. Nah, bagi para unggas jantan akan mengeluarkan spermanya dan meneruskannya ke kloaka betina.

Uniknya, kebanyakan jenis unggas darat sebenarnya memiliki penis saat masih menjadi embrio awal. Setelah berkembang, gen yang disebut Bmp4 memicu aliran sinyal kimiawi yang menyebabkan sel-sel di penis yang sedang berkembang mati dan layu.

Dalam penelitian yang pernah dilakukan oleh Martin Cohn dari University of Florida di Gainesville, ia membandingkan perkembangan embrio dua jenis unggas darat yaitu ayam dan burung puyuh yang tidak memiliki penis dengan dua spesies unggas air yang memiliki penis melingkar yang dapat memanjang seperti angsa dan bebek. 

Dalam penelitiannya tersebut, Marthin menemukan bahwa pada tahap awal perkembangan, embrio jantan dari kedua kelompok ini memiliki prekursor penis. Namun perkembangannya, gen Bmp4 aktif di dalam sel di ujung penis ayam dan burung puyuh yang sedang berkembang.

Gen ini memicu sintesis protein tertentu yang disebut Bmp4 (protein morfogenetik tulang 4), yang mengarah pada kematian terkontrol sel-sel di area ini.

Saat embrio burung lainnya berkembang, penis menyusut, akhirnya menghasilkan proto-lingga sederhana yang ditemukan pada burung saat dewasa.

Meski sebab reduksi penis mampu diuraikan, alasan mengapa banyak burung harus tak memilikinya masih menjadi misteri. Pimpinan studi, Anna Herrera, dari University of Florida, berspekulasi bahwa hilangnya penis terkait upaya kontrol reproduksi.

Baca Juga: Sadar Tidak, Jika Unggas Ternyata Tidak Memiliki Penis? Begini Penjelasannya
Canggih! Ini Dia Tiga Teknologi Terbaru dalam Peternakan Unggas

"Genitalia lebih sering terdampak cacat lahir daripada organ lainnya, membedah basis molekuler dari variasi natural yang dipicu oleh evolusi bisa membantu penemuan mekanisme baru perkembangan embrio yang tak terduga," ujar Cohn Seperti penuturannya pada BBC.

"Ini tak hanya membuka kesempatan bagi kita untuk memahami bagaimana evolusi bekerja, tetapi juga memperoleh pandangan baru tentang sebab malformasi," pungkasnya.

Video Terkait