Lombok Barat Kembangkan Madu Trigona jadi Produk Unggulan di Masa Pandemi

Pemda Lombok Barat mengembangkan budidaya madu trigona. (Foto: Sariagri/Yongki)

Editor: M Kautsar - Kamis, 26 Agustus 2021 | 18:30 WIB

Sariagri - Meningkatnya tren budidaya madu trigona di daerah mulai dilirik oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu dibuktikan dengan digelarnya pelatihan oleh pemerintah setempat melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak di usaha madu trigona.

Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid usai membuka acara pelatihan bagi para pelaku UMKM meminta kepada semua UMKM yang memproduksi madu trigona untuk menjaga kualitas produksi. Hal ini agar konsumen tidak beralih dan tetap puas dengan madu trigona produksi UMKM Lombok Barat.

"Kami minta agar pelaku UMKM yang memproduksi madu trigona tetap menjaga kualitas produksi sehingga cita rasa madu trigona dari Lombok Barat tetap terjaga dan para konsumen menjadi puas dengan madu trigona dari Lombok Barat," ujar Fauzan, Rabu (25/08).

Fauzan mengatakan bahwa saat masa pandemi ini madu trigona dari Lombok Barat sangat diminati. Hal ini karena madu trigona dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas, sehingga masyarakat dari luar daerah berbondong-bondong memesan madu trigona hasil budidaya warga Lombok Barat.

"Tentu ini menjadi produk unggulan di masa pandemi dan kami terus melakukan pelatihan pelatihan kepada para UMKM agar kualitas produksi tetap terjaga dan kuantitas terus meningkat," ujar Fauzan.



Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Barat, Fajar Taufik mengatakan pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM dalam memproduksi madu trigona, sekaligus agar madu yang dihasilkan dapat terjaga kualitasnya dan dapat memenuhi permintaan pasar yang cukup tinggi di masa pandemi Covid-19.

"Madu trigona Lombok Barat ini menjadi produk unggulan dan salah satu yang kami lakukan adalah melalui pelatihan ini dan kunjungan langsung ke pelaku UMKM madu untuk memberikan motivasi dan dukungan," jelasnya.

Disisi lain kondisi pandemi Covid-19 membuat kebutuhan masyarakat untuk mengosumsi madu dinilai cukup tinggi sebagai minuman untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas sebab madu trigona Lombok Barat juga memiliki varian khusus berupa perpaduan madu dan racikan bawang putih tunggal.

Pihaknya mencatat jumlah permintaan madu trigona Lombok Barat pada masa pandemi ini meningkat cukup tajam dibanding sebelum pandemi. Karenanya Lombok Barat bergerak cepat untuk Menjadikan produk madu trigona ini sebagai produk unggulan Lombok Barat.

Baca Juga: Lombok Barat Kembangkan Madu Trigona jadi Produk Unggulan di Masa Pandemi
Pembudidaya Madu Lampung Didorong Miliki Sertifikat NKV, Ini Kegunaannya



Karenanya para pelaku UMKM kewalahan untuk memenuhi pesanan konsumen yang jumlahnya cukup besar. Melalui pelatihan ini diharapkan akan semakin banyak pelaku UMKM yang memproduksi madu trigona Lombok Barat. Saat ini pelaku UMKM yang memproduksi madu tersebar di sejumlah kecamatan di Lombok Barat namun jumlahnya belum merata.

"Saat ini yang banyak itu di Kecamatan Batulayar, Sekotong, Gerung, sementara di kecamatan lainnya ada namun jumlahnya masih terbatas dan kami berharap akan semakin banyak agar madu trigona Lombok Barat ini dapat menjadi produk unggulan Lombok Barat," ujarnya.

Video Terkait