Di Negara Ini, Petani Sengaja Menyewa Sapi untuk Mengusir Rusa dan Babi Hutan

Ilustrasi sapi. (pixabay)

Editor: Dera - Selasa, 24 Agustus 2021 | 16:20 WIB

Sariagri - Lahan subur dan sepi di lingkungan Asaoi, Jepang Barat ternyata menjadi tempat persembunyian hewan liar seperti rusa dan babi hutan. Petani pun berupaya mengusirnya dengan menyewa sapi. 

Dilansir Mainichi, sistem mengusir hewan liar di lahan pertanian tersebut menggunakan sistem penggembalaan tipe Yamaguchi, di mana sapi diizinkan merumput. Metode ini juga digunakan di Kota Yamaguchi, Shunan dan Iwakuni. 

Dalam prefektur Yamaguchi, sistem penggembalaan itu melibatkan hewan ternak dengan membiarkannya memakan rumput di sawah dan tanah subur yang sepi serta di kelilingi pagar listrik.

Harapannya, lahan subur dan sepi itu menjadi ramai dengan hadirnya sapi-sapi tersebut, menghemat tenaga kerja pada manajemen pemeliharaan hewan dan mencegah hama.

Kerusakan pada pertanian dan tanaham kehutanan di prefektur mencapai sekitar 400 juta yen atau $3,6 juta pada tahun 2020 dengan sekitar 40 persen kerusakan terjadi di Kota Shimonoseki. Sedangkan tanaman padi, gandung dan padang rumput serta produk lainnya di Asaoi mengalami kerusakan sekitar 2,5 juta yen atau $22700.

Bulan Februari, lingkungan yang sama menyusun penanggulangan hewan hama yang komprehensif dengan dukungan dari pemerintah prefektur Yamaguchi dan Pemerintah Kota Shimonoseki.

Seiring dengan pemasangan pagar pelindung dan perbaikan lingkungan hutan berbasis masyarakat, harapan juga tinggi untuk rencana penggembalaan gaya Yamaguchi.

Baca Juga: Di Negara Ini, Petani Sengaja Menyewa Sapi untuk Mengusir Rusa dan Babi Hutan
Pakan Hijau Jadi Peluang Usaha Menguntungkan untuk Peternak

Lingkungan Asaoi juga memanfaatkan sistem sewa sapi pemerintah prefektur untuk tujuan penggembalaan. Kedua sapi itu adalah Hatsumi yang berusia 10 tahun dan Nogiku yang berusia 6 tahun. Pada awal Agustus, pasangan ini dibiarkan merumput di 0,5 hektare tanah subur yang kosong dipenuhi rumput liar setinggi 1,5 meter.

"Kami ingin kedua sapi itu melakukan yang terbaik untuk menghentikan tempat-tempat ini menjadi tempat persembunyian rusa dan babi hutan," ujar seorang anggota asosiasi penduduk di Asaoi kepada Mainichi Shimbun.

Video Terkait