Cabut Nyawa Siput dengan Garam, Mahasiswa Program Doktoral Ini Ditahan Polisi

Ilustrasi Siput (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 20 Agustus 2021 | 18:50 WIB

Sariagri - Seorang mahasiswa program doktoral dari Universitas Politeknik Hong Kong dilaporkan ditahan aparat kepolisian setempat atas tuduhan penyiksaan hewan. Pria berusia 25 tahun itu diperiksa karena dilaporkan telah menyabut nyawa siput dengan cara memberinya garam.

Melansir Malay Mail, insiden penyiksaan siput itu terjadi di sekitar East Ocean Centre Tsim Sha Tsui. Ironisnya, saat orang-orang yang lewat berusaha mencegahnya, pelaku justru mengaku ingin membasmi siput karena mereka adalah hewan berbahaya dan bisa mengancam lingkungan.

Insiden itu sendiri telah mendapat banyak sorotan pengguna media sosial di Hong Kong. "Oh tidak, di kebun kami di rooftop banyak siput yang memakan tanaman sayur saya dan saya tidak perlu membunuhnya, biarkan saja mereka memakan tanaman kami hahaha,” kata salah satu pengguna medsos.

Otoritas tim kejahatan hewan telah menangkap pria itu dan menyita pakaian yang dia kenakan pada saat kejadian di apartemennya dekat Hillwood Road di Tsim Sha Tsui. Baca Juga: Cabut Nyawa Siput dengan Garam, Mahasiswa Program Doktoral Ini Ditahan Polisi
Viral! Pria Sumbar Ini Tolong Harimau Sakit, Begini Keadaannya Kata BKSDA



Menurut laporan Coconuts, berdasarkan penyelidikan awal, ia diduga menaburkan garam pada tiga keong. Tersangka bisa menghadapi denda HK $ 200.000 dan tiga tahun penjara jika terbukti bersalah.

Sejumlah kasus kekejaman terhadap hewan dilaporkan telah meningkat sejak pandemi Covid-19 melanda, termasuk di Hong Kong. Seminggu yang lalu, seorang pria Hong Kong lainnya ditahan karena dicurigai melakukan kekejaman terhadap hewan setelah membunuh kelinci, tikus, dan katak atas nama pengorbanan dalam ritual voodoo dengan tujuan untuk membawa keberuntungan bagi pelanggannya yang membayar hingga HK$20.000.

Pihak berwenang juga menangkap seorang peramal berusia 19 tahun Kamis lalu setelah akun media sosial memposting gambar kelinci dan tikus putih dibunuh, seperti dilaporkan Hong Kong Free Press.

Video Terkait