Bisa Jadi Cuan, Begini Tips Budidaya Cacing Darah dengan Mudah

Ilustrasi Cacing Merah (Istimewa)

Editor: Reza P - Jumat, 20 Agustus 2021 | 13:20 WIB

Sariagri - Cacing darah merupakan salah satu pakan yang dianggap memiliki banyak manfaat untuk budidaya ikan hias. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut bloodworm adalah hewan yang berasal dari larva serangga ordo diptera atau nyamuk chironomus.

Nah, bagi Sobat Agri yang hobi dengan ikan hias, budidaya cacing darah terbilang cukup mudah untuk dibudidayakan. Dan jika ditekuni juga bisa dapat cuan loh. Berikut ini caranya:

1. Pembibitan

Langkah pertama dalam budidaya cacing darah adalah pembibitan. Untuk melakukan pembibitan ini, kamu perlu memperhatikan beberapa ciri cacing darah yang baik untuk dijadikan sebagai bibit.

- Daya tahan hidup bibit cacing tinggi.

- Biasanya bibit cacing darah terapung di permukaan air menyerupai rambut.

- Cacing aktif bergerak dan memiliki pergerakan yang maksimal.

Proses pemindahan bibit cacing sebagai berikut:

- Pisahkan cacing dan bagian ari cacing ke dalam wadah bersih untuk menghindari terjadinya kontaminasi.

- Proses ini disebut karantina dan biasanya berlangsung selama 2-3 hari dan sebaiknya dialiri dengan aliran rendah.

- Perlu dipastikan air di dalam wadah selalu mengalir untuk memastikan aliran oksigen tetap baik.

- Jika aliran oksigen dalam air buruk, tambahkan aerator ke dalam wadah.

2. Membuat media perkembangbiakan

Langkah selanjutnya adalah perkembangbiakan cacing darah. Kamu perlu menyiapkan media air dan media lumpur. Cara membuat media pengembangbiakan cacing ini sebagai berikut:

- gunakan nampan atau box yang berukuran besar.

- kondisikan air di dalam wadah tetap mengalir.

- tempatkan nampan dengan rapi dan letakkan saluran air paling atas.

3. Pemindahan bibit

Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pemindahan bibit. Langkah untuk memindahkan bibit ini adalah sebagai berikut:

- gunakan sendok atau jaring kecil sebagai alat bantu untuk memindahkan bibit.

- tidak disarankan untuk memindahkan bibit langsung menggunakan tangan untuk mencegah terjadinya kontaminasi.

- pemindahan bibit sebaiknya dilakukan dengan cepat untuk menghindari terjadinya stress.

4. Perawatan dan pemeliharaan

Tahapan dalam pemeliharaan dan perawatan cacing darah ini meliputi beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Kondisi air

Penting untuk kamu mengetahui setiap harinya kondisi air yang digunakan dalam pemeliharaan selalu bersih untuk menghasilkan kualitas panen yang baik. Yang tidak kalah penting juga aliran air yang digunakan harus lancar agar tidak mengurangi kadar oksigen yang bisa menyebabkan kematian pada bibit cacing.

Pemberian pakan

Jenis dan pakan yang baik digunakan untuk memelihara cacing darah adalah sebagai berikut:

- Pakan yang sudah difermentasikan

- Pakan harus memiliki tekstur yang lembut dan mudah dihancurkan

- Ampas tahu yang sudah difermentasikan juga cocok untuk dijadikan sebagai pakan cacing darah

- Pemberian pakan harus dilakukan sampai cacing berusia 12 hari setelah pemindahan bibit

- Setelah berumur lebih dari 12 hari pakan yang diberikan untuk cacing darah bisa diganti menjadi pakan sayuran atau kotoran ayam yang sudah difermentasikan

Baca Juga: Bisa Jadi Cuan, Begini Tips Budidaya Cacing Darah dengan Mudah
Mengenal Domba Texel, Domba Unggul Kelas Dunia - Berita Peternakan



5. Pemanenan

Langkah terakhir adalah pemanenan. Tahapan pemanenan ini bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

- Usia ideal cacing darah untuk dipanen adalah 70-75 hari.

- Untuk melakukan pemanenan cacing darah dilakukan dengan mengurangi koloni cacing di dalam wadah.

- Gunakan kain hitam sebagai penutup wadah sebelum memanen cacing darah. Cacing darah diketahui juga memiliki kandungan asam amino yang tinggi sehingga baik untuk pertumbuhan ikan hias.

Video Terkait