Kendalikan Serangga di Peternakan dengan 11 Tindakan Ini

Ilustrasi lalat di peternakan. (Foto: Pixabay)

Editor: M Kautsar - Rabu, 11 Agustus 2021 | 18:30 WIB

Sariagri - Saat cuaca yang semakin panas, berbagai hama serangga seperti nyamuk, kutu, dan lalat mulai berdatangan.

Hama ini sering mengganggu di perumahan dan pertanian. Di dunia peternakan, efek dari banyaknya lalat dapat mengganggu kesehatan hewan dan kinerja sering menurun.

Misalnya, penelitian telah menemukan bahwa populasi lalat tanduk yang tinggi dapat mengurangi bobot sapi hingga 30 pon.

Karena pendapatan peternak didasarkan pada bobot anak sapi mereka, hal ini dapat mengakibatkan kerugian materi yang signifikan jika tidak dikelola dengan benar. Di AS saja, para ahli memperkirakan bahwa produsen ternak kehilangan hampir satu miliar dolar karena lalat tanduk.

Pada kuda, lalat juga lebih dari gangguan. Lalat dapat menyebabkan kuda terus-menerus menggaruk dan menyebabkan luka terbuka yang dapat terinfeksi. Spesies lalat tertentu juga diketahui menularkan penyakit seperti Equine Infectious Anemia dan pinkeye.

Untuk membantu membatasi populasi lalat, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh peternak:

• Bersihkan kotoran ternak, sisa makanan dan jerami yang ada di peternakan.

• Jaga kebersihan tempat penyimpanan pakan.

• Letakkan pupuk kandang atau tumpukan kompos sejauh mungkin dari kandang / lumbung, atau pindahkan dari properti. Lalat dapat melakukan perjalanan bermil-mil untuk menemukan hewan ternak.

• Pastikan padang rumput selalu kering.

• Sebarkan pupuk dengan seret untuk mendorong pengeringan.

• Lepaskan predator lalat. Tawon ini bertelur di pupa terbang, lalu membunuh larva lalat yang sedang berkembang.

Beri makan aditif pengatur pertumbuhan serangga, seperti Simplifly, pada kuda.

• Untuk kuda, gunakan pelindung seperti topeng terbang, seprai, dan sepatu bot.

• Untuk ternak, beri makan mineral dengan zat tambahan pengatur pertumbuhan serangga.

• Gunakan label telinga yang diberi insektisida untuk ternak.

• Untuk semua ternak ada semprotan insektisida (permetrin, piretrin) dan perawatan tuang tersedia (catatan: terlalu sering menggunakan semprotan ini dapat menyebabkan populasi lalat menjadi resisten sehingga gunakan dengan bijak)

Mengelola populasi lalat bisa menjadi tugas yang sulit. Penting untuk diingat bahwa tidak ada peluru" untuk membunuh semua lalat di peternakan.

Baca Juga: Kendalikan Serangga di Peternakan dengan 11 Tindakan Ini
Ternyata Lalat Tentara Hitam Cocok Sebagai Alternatif Pakan Ternak

Para pemilik ternak yang berhasil mengelola populasi lalat menggunakan beberapa praktik ini di peternakan mereka. Rencana terpadu dengan menggunakan berbagai metode ini lebih baik daripada semua metode itu saja, terutama jika kamu hanya menyemprotkan ternakmu dengan permethrin seminggu sekali sepanjang musim panas.

Jika kamu memilih insektisida sebagai bagian dari rencana manajemen kandang, sangat penting bagi untuk membaca label produk sebelum menerapkannya pada ternakmu.

Video Terkait