Viral Monyet Putih Muncul di Bali, Begini Penjelasan Pakar dan Arti Kemunculannya

ilustrasi kera putih. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 10 Agustus 2021 | 12:50 WIB

SariAgri -  Sebuah penampakan seekor monyet putih viral di media sosial. Video pendek itu direkam oleh sebuah akun TikTok @dwdecky di kawasan Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali.

“Muncul Kera Putih di Uluwatu Bali, pertanda apakah?,” tulisnya dalam video berdurasi 18 detik itu.

Melihat kejadian ini, Bendesa Adat Desa Pecatu, I Made Sumerta, mengatakan, kemunculan monyet putih tersebut terjadi pada Kamis (6/8/2021) lalu sekitar pukul 15.00 Wita.

"(Monyet putih) terlihat bergerombol bersama 10 ekor monyet lainnya. Terus menuju Pura Selonding," kata Sumerta.

Arti Kemunculan Monyet Putih

Memang sekitar 10 tahun lalu atau pada tahun 2011 lalu, monyet putih juga pernah terlihat di lokasi yang sama lalu menghilang. Ia pun berharap kemunculan kera putih ini tidak menjadi pertanda buruk.

"Semoga memberikan hal yang positif. Semoga kita bangkit, ekonomi bangkit, pariwisata bangkit dari keterpurukan saat ini. Kita berharap demikian dengan kemunculan kera putih ini," paparnya.

Sementara itu kepala BKSA Bali, Agus Budi Santoso, mengatakan berdasarkan anatomi tubuh, hewan itu masih dikategorikan sebagai monyet ekor panjang. Monyet tersebut diduga mengalami kelainan genetik berupa albino atau leukisme yang dapat dibedakan dari matanya.

Baca Juga: Viral Monyet Putih Muncul di Bali, Begini Penjelasan Pakar dan Arti Kemunculannya
Dipicu Soal Perut Akibat Pandemi, Ratusan Monyet Tawuran

"Monyet tersebut dicurigai mengalami kelainan genetik yaitu albino atau leukisme yang dapat dibedakan dari matanya," kata dia.

Albino, lanjut dia, merupakan kelainan genetik yang menyebabkan tubuh tidak bisa menghasilkan pigmen melanin sebagai pelindung dari sinar matahari sedangkan leukisme adalah kondisi hilangnya sebagian pigmentasi yang membuat hewan berwarna putih. Selain itu, hewan tersebut juga bisa berubah warna menjadi belang atau pucat pada bagian kulit, rambut atau bulu. Namun kondisi ini tidak berpengaruh pada mata.

"Hewan dengan kelainan genetik seperti ini cenderung ditolak dari kelompok," pungkasnya.

----

Video Terkait