Dapat Teguran UNESCO, Indonesia Keukeuh Lanjutkan Proyek 'Jurassic Park'

Komodo di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Antara)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 9 Agustus 2021 | 13:00 WIB

SariAgri -  Pemerintah Indonesia keukeuh mengembangkan mega proyek dengan pembangunan resor senilai $4,8 juta setara Rp69 miliar untuk 'Jurassic Park'. Meskipun ada peringatan dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) karena hal itu dapat berdampak negatif terhadap lingkungan.

Mengutip dari Daily Mail, Indonesia tetap melanjutkan proyek 'Jurassic Park' yang berlokasi di Pulau Rinca, bertujuan untuk melayani pengunjung Taman Nasional Komodo, di mana pengunjung dapat berjalan di antara komodo di alam liar.

Bekerja pada serangkaian proyek pariwisata di Taman Nasional Komodo Indonesia, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO, tahun lalu, memicu kekhawatiran tentang ancaman terhadap ekonomi lokal dan habitat komodo.

Bulan lalu, UNESCO mengatakan pada konferensi Komite Warisan Dunia bahwa proyek tersebut memerlukan penilaian dampak lingkungan baru atas masalah penangkapan ikan ilegal dan potensi risiko terhadap habitat alami komodo.

"Proyek ini akan dilanjutkan, terbukti tidak berdampak," kata Wiratno, pejabat senior di Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia kepada Reuters.

Pejabat UNESCO mengatakan pada pertemuan bulan lalu bahwa mereka telah meminta penilaian terbaru dari pemerintah Indonesia tetapi tidak mendapat tanggapan. Wiratno mengatakan penilaian baru sedang disusun dan bisa dikirim pada September.

Tidak jelas persis apa proyek itu, tetapi tahun lalu, pemerintah mengatakan sedang membangun 'tempat wisata premium' di pulau itu.

Dengan pernyataan terpisah, Wiratno mengatakan proyek tersebut mencakup pekerjaan renovasi pada struktur yang ada dan tidak menimbulkan bahaya bagi komodo yang langka.

Rima Melani Bilaut dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), sebuah kelompok lingkungan, mengatakan proyek tersebut dapat berdampak pada masyarakat setempat, serta mengganggu komodo.

“Kami mendesak pemerintah untuk mengembangkan pariwisata yang berbasis rakyat. Ada orang yang tinggal di sana," tuturnya.

Tahun lalu, pengguna media sosial digegerkan dengan kehadiran komodo di sebuah proyek 'Jurassic Park'. Hewan itu berdiri di depan kendaraan besar, seraya menghalangi laju truk.

Untuk dketahui, Indonesia merupakan rumah bagi sekitar 3.100 komodo, menurut data pemerintah. Kadal unik itu tumbuh hingga 10 kaki panjang dan memiliki lidah bercabang kuning.

Baca Juga: Dapat Teguran UNESCO, Indonesia Keukeuh Lanjutkan Proyek 'Jurassic Park'
Integrasi Ekowisata dan Agroforestery Belitung Siap Digarap Maret ini

Binatang buas yang menakutkan ini dapat memiliki berat hingga 200 pon dan dikenal memangsa hewan yang jauh lebih besar seperti kerbau. Komodo memiliki gigitan berbisa dan menggunakan lehernya yang seperti belalai untuk menebas mangsanya sampai mereka cukup lemah untuk menyerang.

Sekitar 2.000 komodo lainnya hidup di pulau Komodo, Flores dan Gili Motang. Pihak berwenang bulan lalu mengumumkan rencana mereka untuk membuat video promosi proyek yang diatur ke tema musik dari Jurassic Park.

Video Terkait