Waduh! Peneliti Sebut 40 Persen Rusa Liar Terkena Virus Corona

Ilustrasi rusa. (pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 5 Agustus 2021 | 17:20 WIB

SariAgri - Peneliti menemukan 40 persen rusa liar di Amerika Serikat (AS) terpapar virus corona. Bahkan temuan tersebut dianggap memprihatinkan karena SARS-CoV-2 dapat terjadi pada hewan liar.

Melansir dari Science Alertpeneliti mengungkapkan bahwa rusa berekor putih tersebut memiliki antibodi yang kuat karena tidak menunjukkan gejala yang merugikan. Antibodi dalam darah menunjukkan mereka baru saja melawan virus tersebut.

Namun para ilmuwan khawatir populasi rusa memungkinkan SARS-CoV-2 beradaptasi dan berevolusi menjadi jenis baru yang mungkin dapat menginfeksi manusia bertahun-tahun ke depan.

Kekhawatiran ini karena rusa liar di AS seringkali berpapasan dengan manusia seperti pekerja lapangan, pekerja konservasi, pemberi makan hingga pemburu yang dapat menjadi jalur penyebaran virus.

"Distribusi geografis spesies ini meliputi sebagian besar Amerika Utara dan hewan ini sangat melimpah di dekat pusat populasi perkotaan yang terletak di AS bagian timur," ungkap para peneliti dalam makalah mereka.

"Selain itu, rusa berekor putih dapat membentuk kelompok sosial, struktur kontak dengan potensi untuk mendukung transmisi berbagai patogen intraspesies," tambah mereka.

Para ilmuwan khawatir jika SARS-CoV-2 memang dapat menemukan perlindungan di alam liar, itu bisa membuat pemberantasan menjadi sangat sulit. Jika virus beradaptasi di antara spesies lain dan kemudian menginfeksi kembali manusia, vaksin mungkin tidak efektif di masa depan.

Di Utah, seekor cerpelai liar yang terlihat sehat dinyatakan positif mengidap SARS-CoV-2 dan menjadi hewan pertama yang terjangkit virus tersebut. Sekarang virus telah menyebar di antara rusa liar.

Hewan yang hidup bebas perlu diuji untuk RNA virus untuk benar-benar yakin bahwa mereka menyediakan reservoir untuk virus corona baru, tetapi keberadaan antibodi dalam darah belum diketahui jejak awal hingga terpapar.

Sebelumnya, studi di laboratorium telah menunjukkan rusa berekor putih sangat rentan terhadap SARS-CoV-2, artinya satu individu yang terinfeksi dari spesies ini dapat menginfeksi yang lain. Namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana hal itu terjadi.

Tim memiliki 385 sampel serum rusa berekor putih liar dari Januari hingga Maret 2021, serta 239 sampel yang diarsipkan dari 2011 hingga 2020 yang mereka uji untuk antibodi SARS-CoV-2.

Pada tahun 2020, protein darah spesifik untuk SARS-CoV-2 ditemukan di antara tiga rusa. Namun dalam tiga bulan pertama tahun ini, hampir setengah dari 385 sampel darah yang diambil dari rusa di Michigan, Pennsylvania, Illinois dan New York menunjukkan antibodi penawar yang sama.

Baca Juga: Waduh! Peneliti Sebut 40 Persen Rusa Liar Terkena Virus Corona
Catat! Ini Gejala COVID-19 pada Hewan yang Perlu Diketahui

Kini, para pejabat di AS menyerukan pengawasan satwa liar yang lebih besar, terutama untuk kelompok masyarakat yang secara teratur berinteraksi dengan rusa.

"Jika ada sumber paparan yang sama untuk rusa, maka kemungkinan sumber yang sama dapat mengekspos hewan lain," ahli virologi Arinjay Banerjee dari Universitas Saskatchewan kepada Nature.

Video Terkait