Terkuak, Begini Cara Babun Menjaga Kekompakan dan Kesatuan Kelompok

Kelompok Babun. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 4 Agustus 2021 | 20:40 WIB

SariAgri - Sebagai binatang yang hidup berkelompok, Babun ternyata punya cara unik untuk menjaga kekompakan dan kesatuan kawanan. Sebuah studi baru di jurnal Proceedings of the Royal Society B mengungkapkan, setiap babun harus bergerak dengan kecepatan sub-optimal yang saling menyesuaikan, untuk menjaga kohesi kelompok.

Bagi babun dan hewan sosial lainnya, hidup dan bergerak bersama memberi keuntungan tersendiri. Salah satunya memastikan keamanan, termasuk dalam jumlah. Dalam kelompok babun, babun-babun kecil adalah yang paling berkorban untuk menjaga kohesi dalam kelompok.

Untuk penelitian ini, para ilmuwan memasang pelacak GPS dan akselerometer pada 25 babun liar di Kenya, atau hampir seluruh anggota kawanan. Data GPS, termasuk lebih dari 10 juta titik data, mengungkapkan pola pergerakan pasukan yang lebih luas. Sementara akselerometer mencatat langkah-langkah yang diambil dan kecepatan yang dicapai oleh masing-masing anggota kawanan.

Para peneliti menggunakan data ergonomis untuk memperkirakan gaya berjalan dan kecepatan babun yang disukai berdasarkan ukurannya. Babun yang lebih besar dapat mencapai kecepatan lebih cepat dengan lebih mudah karena anggota tubuhnya yang lebih panjang.

"Kaki itu seperti pendulum besar yang Anda ayunkan dan itu mengarah ke gaya berjalan yang disukai, yang diterjemahkan menjadi kecepatan gerakan yang disukai," kata penulis pertama Roi Harel, peneliti di Institut Perilaku Hewan Max Planck.

Data pelacakan dan pergerakan menunjukkan bahwa semua anggota pasukan bergerak dengan kecepatan di bawah optimal dan saling menyesuaikan. Babun yang lebih besar bergerak lebih lambat dari kecepatan ideal, sementara babon yang lebih kecil bergerak lebih cepat dari yang mereka inginkan.

"Pejantan dominan jelas memegang kekuasaan atas babon lain dalam interaksi satu lawan satu.Tetapi ketika menyangkut gerakan kolektif, sepertinya proses pengambilan keputusan bersama mendorong kelompok tersebut," kata Harel.

Harel dan rekan penelitiannya menggunakan model komputer untuk mengkonfirmasi pentingnya pengorbanan pergerakan ini. Simulasi menunjukkan bahwa jika individu bergerak dengan kecepatan ideal secara ergonomis, kohesi pasukan akan cepat hilang.

Simulasi juga menegaskan bahwa kohesi atau kesatuan kelompok dapat dipertahankan ketika babon yang lebih kecil berjalan lebih cepat, sedangkan babon yang lebih besar lebih lambat, pola yang sama yang diukur para ilmuwan di lapangan. Dalam studi masa depan, para ilmuwan berharap untuk menyelidiki bagaimana dinamika ergonomis ini dapat mempengaruhi ukuran kelompok yang berbeda.

"Mungkin kemampuan lokomotor yang berbeda dari masing-masing hewan sebenarnya membatasi seberapa besar kelompok itu.  Sekarang kami memiliki cara untuk mempelajari penggerak di alam liar, kami akhirnya dapat menggabungkan ini ke dalam cara kami berpikir tentang struktur masyarakat hewan," ungkap Meg Crofoot, direktur Ekologi Masyarakat Hewan di Institut Perilaku Hewan Max Planck di Jerman.

Baca Juga: Terkuak, Begini Cara Babun Menjaga Kekompakan dan Kesatuan Kelompok
Ada Dewi Ular Legenda China, Ini 7 Hewan Baru yang Ditemukan di 2021



"Revolusi dalam teknologi yang dipakai sekarang memungkinkan untuk melakukan penelitian penggerak ke alam liar," pungkasnya.

Video Terkait