Layaknya Manusia, Hewan Peliharaan Juga Bisa Alami Gangguan Kesehatan Mental

Anjing dan Kucing. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 4 Agustus 2021 | 20:00 WIB

SariAgri - Masa pandemi yang membatasi gerak sosial telah menyebabkan banyak orang menderita gangguan kesehatan mental. Musababnya, kita merasa terkurung dalam kesendirian. Kondisi seperti ini ternyata bisa juga dialami oleh hewan peliharaan.

Mengutip discovermagazine.com, dalam sejumlah studi kasus menceritakan bahwa hewan peliharaan kerap menderita pelecehan dan trauma psikologis. Sebuah penelitian menemukan, sebanyak 10 persen anjing militer yang digunakan di zona pertempuran, pulang ke rumah dengan tanda-tanda gangguan stres pasca-trauma.

Gangguan kesehatan mental ini oleh para ilmuwan sering disebut disregulasi emosional. Kondisi ini terjadi ketika seseorang memiliki respons emosional yang tidak tepat terhadap suatu stimulus. Ini terjadi jauh di dalam area regulasi emosi otak yang sudah tua dari sudut pandang evolusioner, kata Carlo Siracusa, profesor kedokteran perilaku klinis di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Pennsylvania.

"Semua mamalia memiliki struktur otak dan sinyal kimia dasar yang sama, jadi jika kita menderita masalah kesehatan mental, mengapa mamalia lain tidak?,” kata Marc Bekoff, profesor emeritus ekologi dan biologi evolusi di University of Colorado Boulder.

Kasus-kasus gangguan kesehatan mental diketahui banyak terjadi pada anjing. Ini karena para pemiliknya banyak yang berkonsultasi ke para ahli saat hewan kesayangannya menunjukkan tanda-tanda yang mengganggu, misalnya menjadi agresif. "Jadi kami melihat banyak agresi, itu sekitar 90 persen kasus,” kata Siracusa.

Tanda-tanda lain yang sering terjadi tapi jarang dilaporkan misalnya anjing mondar-mandir dan mengitari ruangan, mengunyah kuku mereka secara kompulsif atau menjilati tubuh mereka sedemikian rupa sehingga mereka membentuk bisul.

Siracusa menambahkan, seekor hewan tidak perlu mengalami pelecehan atau pengabaian yang ekstrem untuk menunjukkan gejala seperti itu. Terkadang perubahan besar, seperti pindah rumah atau kehilangan orang yang dicintai, dapat memicu respons kegalauan.

Baca Juga: Layaknya Manusia, Hewan Peliharaan Juga Bisa Alami Gangguan Kesehatan Mental
Amankah Mencium Hewan Peliharaan dengan Mulut? Ini Penjelasan Ahli



Namun ada perbedaan antara manusia dan anjing, karena otak anjing tidak dapat merencanakan masa depan. "Anjing tidak terobsesi dalam pikiran mereka seperti manusia – sejauh yang kami tahu. Mereka tidak mungkin mengalami depresi secara manusiawi. Tapi itu tidak berarti hewan dengan masalah kesehatan mental tidak menderita," pungkasnya.

Video Terkait