Kiwikiu, Burung yang Diduga Punah Tahun Lalu, Kini Ditemukan Hidup di Hawaii

Akun Kiwikiu ditemukan kembali di Hawaii. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 30 Juli 2021 | 10:45 WIB

SariAgri - Seekor burung Kiwikiu atau dikenal sebagai beo Maui yang diperkirakan telah mati lebih dari satu setengah tahun yang lalu, kembali terlihat di lereng gunung berapi Maui. Burung paruh tebal emas itu ditemukan pada hari Rabu (28/7/2021), oleh peneliti Departemen Pertanahan dan Sumber Daya Alam Hawaii, Zach Pezzillo setelah mengenali cuitannya.

Burung tersebut diyakini sebagai salah satu dari tujuh burung kiwikiu yang diperkenalkan ke Cagar Alam Nakula Maui pada Oktober 2019. Namun lima burung diantaranya mati karena serangan Malaria burung, sedangkan dua sisanya diyakini mati di alam liar.

Temuan ini telah menghidupkan kembali harapan di antara para peneliti untuk memulihkan populasi kiwikiu. Burung kiwikiu atau beo Maui adalah spesies yang terancam punah menurut U.S. Fish and Wildlife Services. Burung itu sebelumnya banyak ditemukan di seluruh Maui dan pulau-pulau tetangga, tetapi aktivitas manusia dan predator telah mendorong populasi mereka menjadi sekitar 150 ekor saja.

Baca Juga: Kiwikiu, Burung yang Diduga Punah Tahun Lalu, Kini Ditemukan Hidup di Hawaii
Unggah Video Lomba Kicau Burung, Pria di Gresik Kena Amuk Warga



Pezzillo mengatakan, ia mudah mengenali burung itu karena pita di kakinya. Kiwikiu diidentifikasi sebagai Wild #1 berdasarkan band dari translokasi 2019. Pezzillo awalnya mengenali nyanyian burung itu sebelum bergerak lebih dekat untuk menemukannya.

“(Burung) Itu bernyanyi sekitar sepuluh kali melintasi jurang di beberapa pohon koa. Dia Hinggap ke beberapa pohon kolea selama dua puluh menit, memanggil-mangil dan aktif mencari makan dari buah, kulit kayu, dan daun. Saya berjalan ke jurang untuk melihat lebih dekat," kata Pezzillo seperti dikutip inhabitat.com.

Dr. Hanna Moucne dari Proyek Pemulihan Burung Hutan Maui menyambut baik temuan burung tersebut. "Burung ini telah terkena penyakit, seperti yang lainnya, dan entah bagaimana bisa bertahan," kata Moucne. “Ini adalah tanda harapan yang luar biasa bagi spesies ini karena kita mungkin masih punya waktu untuk menyelamatkan mereka. Ini adalah tanda harapan bahwa populasi kiwikiu dan burung hutan asli lainnya dapat bertahan hidup di lanskap yang dipulihkan di masa depan, terutama tanpa nyamuk dan penyakit,” pungkasnya.

Video Terkait