Dipicu Soal Perut Akibat Pandemi, Ratusan Monyet Tawuran

Monyet Bentrokan di Thailand. (Facebook)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 28 Juli 2021 | 18:40 WIB

SariAgri - Tawuran antar pelajar atau sekelompok warga mungkin bukan hal aneh dan kerap terjadi di banyak daerah. Namun, tawuran di Thailand kali ini berbeda, karena aksi tawuran ini melibatkan ratusan ekor monyet yang bentrok di sebuah jalanan dan membuat warga panik.

Tawuran massal antar dua kelompok monyet ini diunggah seorang pengguna Facebook bernama Wisrut Suwanphak, dan langsung menjadi viral.

Dalam video, tampak dua kelompok besar monyet terlihat saling menyerang dengan ganas, membuat warga dan pengguna jalan ketakutan. Kondisi jalanan bahkan sempat mengalami kemacetan karena para pengguna jalan yang ketakutan menghentikan laju kendaraan mereka, dan sebagian memilih menghindar.

Melansir Indian Express, bentrok antar kelompok monyet itu terjadi di sebuah jalan, di sekitar Prang Sam Yot, di depan Kuil Phra Kan di Lopburi. Kuil itu merupakan lokasi tujuan wisata populer yang menjadi rumah bagi ribuan monyet.

Pembatasan aktivitas akibat Covid-19 telah membuat kunjungan turis anjlok dan penguncian menyebakan sebagian besar penduduk setempat tetap berada di dalam rumah, tampaknya telah membuat monyet kesulitan mendapatkan makanan. Diduga, tawuran itu dipicu soal perut dan perebutan makanan antar kelompok monyet.

Kepada Thairath, pembuat video itu mengatakan ia merekam video saat tengah membersihkan ruangan di lantai tiga di gedung yang berada dekat lokasi. Meski perkelahian monyet biasa terjadi di daerah itu, ia mengaku bahwa pertarungan antar monyet kali ini belum pernah terjadi. Ia pun menyebut tawuran itu mirip bentrokan antar gangster di film-film. Akibat peristiwa tersebut, saksi mata mengatakan sejumlah orang terluka.

Sejak dibagikan, video tawuran antar dua kelompok monyet ini langsung viral dan dibagikan hingga 10.000 kali.

“Pertempuran monyet di Lopburi sering terjadi. Ini tidak aneh. Ini tentang perebutan kekuasaan, pertarungan makanan, pembuahan betina, ”kata juru bicara Departemen Taman Nasional kepada Matichon.

Baca Juga: Dipicu Soal Perut Akibat Pandemi, Ratusan Monyet Tawuran
Viral! Kera Nakal Curi Minuman Keras untuk Mabuk hingga Tetes Terakhir



Namun, perkelahian massal monyet di kota ini. Pada tahun 2020, dua geng monyet terlibat perkelahian serupa. Banyak yang berpendapat bahwa pariwisata mengubah perilaku monyet-monyet ini karena mereka sekarang berharap menerima makanan dari manusia.


Video Terkait