Catat! Ini Hal yang Wajib Diperhatikan Ketika Pelihara Itik Petelur

Ilustrasi itik. (pixabay)

Editor: Dera - Rabu, 28 Juli 2021 | 17:00 WIB

SariAgri - Dalam memelihara itik petelur, Peneliti Balai Penelitian Ternak, Triana Susanti menyarankan agar pemeliharaan dilakukan secara semi intensif dan intensif karena metode ini memiliki berbagai keunggulan, seperti produksi telur yang terus meningkat dengan bibit berkualitas.

Dari segi orientasi usaha, pemeliharaan secara semi intensif-intensif juga lebih menguntungkan karena telur itik mudah dikumpulkan dan tidak memerlukan banyak tenaga kerja.

Beberapa keunggulan lain dalam metode ini adalah pemberian pakan dan minum lebih terkontrol dengan formulasi pakan yang tepat, serta keberadaan penyakit lebih terkendali.

Sedangkan pemeliharaan secara ekstensif (tradisional) membuka risiko terjadi penyebaran virus flu burung dan lahan gembala yang terus berkurang karena alih fungsi. Kelemahan lain cara tradisional adalah tanpa jaminan kualitas dan produktivitasnya juga rendah.

Dilansir dari laman Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Triana menjelaskan bahwa terdapat tiga tahapan pertumbuhan dan produksi itik sejak baru menetas (Day Old Duck/DOD) sampai dua tahun diafkir yaitu periode pertumbuhan starter, grower dan produksi.

Pemeliharaan itik periode starter dimulai sejak DOD sampai dengan umur empat minggu. Itik dipelihara di kandang panggung dari kawat dengan alas bahan lunak dan fasilitas lampu pemanas. Kepadatan kandang 20-25 ekor per m2.

Pada periode ini, pakan harus selalu tersedia. Periode selanjutnya umur 4-8 minggu, kepadatan 10-15 ekor per m2 dan tanpa perlu pemanas. Penimbangan dilakukan setiap minggu.

Pertumbuhan grower terjadi pada umur 8-18 minggu. Itik dipelihara di kandang kelompok dan pemberian pakan dilakukan 2-3 kali per hari.

Bahan lantai terbuat dari semen atau tanah yang dipadatkan dengan diberi campuran pasir dan kapur. Saluran air dangkal untuk minum dan membersihkan badan. Kepadatan 6-8 ekor per m2. Penimbangan setiap dua minggu.

Triana Susanti, mengatakan bahwa terdapat dua tipe itik yakni pedaging dan petelur. Itik pedaging memiliki ciri pertumbuhan cepat, bobot badan besar, bentuk badan bulat, dada dan paha besar, dagingnya banyak, serta produksi telur rendah. Contoh itik tipe pedaging adalah itik Peking dan itik PMp.

Sementara itik petelur memiliki ciri pertumbuhan lambat, bobot badan sedang, bentuk badan tinggi, tulang lebih banyak daripada daging, dan produksi telur tinggi. Contoh itik tipe petelur adalah itik Alabio dan itik Mojosari.

Baca Juga: Catat! Ini Hal yang Wajib Diperhatikan Ketika Pelihara Itik Petelur
Kisah Peternak Hamster yang Raup Cuan hingga Puluhan Juta di Masa Pandemi

Balai Penelitian Ternak pun telah menghasilkan Itik Master yang merupakan hasil persilangan antara itik Mojosari dengan itik Alabio yang terseleksi.

Keunggulan itik Master adalah memiliki umur pertama bertelur lebih cepat sehingga produktivitas telur lebih tinggi. Selain itu, pertumbuhan itik Master lebih cepat dan produksi telurnya lebih konsisten. Sementara anak itik pejantan dapat dibesarkan menjadi itik pedaging.

Video Terkait