Kisah Sukses Peternak Bangun Usaha Kelinci Pedaging

Masyhuri Azhar peternak kelinci pedaging di Kota Batu, Malang. (YouTube/Amin TaniNak INDONESIA)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 27 Juli 2021 | 16:20 WIB

SariAgri - Usaha peternakan kelinci pedaging mulai banyak diminati karena bernilai ekonomi. Salah satunya adalah Masyhuri Azhar sarjana peternakan yang sukses membangun peternakan kelinci pedaging di Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Masyhuri mulai merintis peternakan kelinci yang diberinama “Azhar Farm Rabbit Farm” pada tahun 2013. Saat itu dia masih menjadi mahasiswa semester tiga di sebuah perguruan tinggi.

“Mulanya berdiri Rabbit Farm di Batu ini pada tahun 2013, waktu itu masih semester tiga, saya punya keinginan buat peternak kelinci hias awalnya karena dulu masih zamannya kelinci hias ya,” kata Mahsyuri dikutip dari Kanal YouTube Amin TaniNak INDONESIA.

Dia mengungkapkan awalnya dirinya ingin beternak kelinci hias, namun saat itu sedang musim penghujan dan pasar kelinci hias sedang turun. Karena itu, dia memutuskan beralih beternak kelinci pedaging. Awalnya dia membudidayakan kelinci pedaging jenis Bligon dan lokal.

“Waktu 2013 itu masih pakai kandang dan bangunannya masih sewaan,” ungkapnya.

Pada tahun 2015, Masyhuri mengikuti magang dan pelatihan (PKL) ternak kelinci di Bogor selama sebulan. Sepulangnya dari sana, dia membawa delapan ekor kelinci pedaging jenis Hyla Hycole untuk dikembangkan.

“Setelah pulang PKL saya bawa delapan pasang kelinci Hyla Hycole untuk dikembangkan di Batu” paparnya.

Dalam setahun, dari delapan pasang kelinci Hyla Hycole itu berkembang hingga 100 ekor. Dengan perkembangan populasi kelinci ini, dia membuat kandang yang lebih besar.

“2016 sampai populasi 100 ekor, karena kekurangan kandang akhirnya kami pindah lokasi dan sewa lahan, terus kami buat pengembangan peternakan kelinci. Tahun 2020 populasi kelinci sudah mencapai 1.200 ekor waktu itu,” katanya.

Dia menyebutkan, setiap tahun kelinci pejantan baru harus disediakan kandang untuk menghindari inbreeding dan penurunan kualitas kelinci. Bobot dan masa panen kelinci dipertahankan bisa berada pada kisaran 3 kilogram selama dua bulan.

Kini Masyhuri terbilang sukses menjadi peternak kelinci pedaging di Kota Batu. Meski begitu, dia tetap rendah hati untuk berbagai ilmu dan pengalaman serta kesempatan bagi banyak orang untuk memulai menjadi peternak kelinci dan mengembangkan potensi peternakan kelinci di Indonesia.

Baca Juga: Kisah Sukses Peternak Bangun Usaha Kelinci Pedaging
Unik! Ilmuwan Ciptakan Kelinci Transgenik dari Gen Ubur-Ubur

“Saya punya impian sih simple, semakin banyak peternak semakin baik gitu. Makanya kenapa kami di sini juga lebih mengutamakan edukasi jadi kalau ada peternak pemula dipersilahkan datang akan kami ajarkan. Sering juga kami mengadakan program magang atau PKL dan penelitian mahasiswa, jadi semua bisa bersinergis di situ dari semua aspek, kita nggak perlu berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Dia meyakini potensi kelinci pedaging sangat besar, bahkan menurutnya daging kelinci dapat menggantikan daging ayam di masa depan. Dia berharap peternakan kelinci miliknya dapat berkembang hingga memiliki tempat pengolahan daging kelinci dan pengolahan limbah ternak kelinci.

“Harapannya semua yang dihasilkan oleh kelinci bisa jadi dolar,” pungkasnya.

Video terkait:

Video Terkait