Dikenal Mematikan, Racun Laba-Laba Ternyata Punya Manfaat Besar

Ilustrasi - Laba-laba. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 18 Juli 2021 | 12:00 WIB

SariAgri - Dikenal mematikan, ternyata racun laba-laba juga memiliki beberapa kegunaan. Di masa lalu, para peneliti menemukan racun laba-laba dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit tanpa efek samping. Penelitian terbaru dari University of Queensland Australia menemukan racun laba-laba corong Pulau Fraser (K'gari) dapat membantu memperbaiki kerusakan hati dan menyelamatkan korban serangan jantung, bahkan memperpanjang umur jantung donor.

Dikutip dari interestingengineering.com, pada Juli 2019 peneliti Universitas Queensland menemukan molekul dalam racun laba-laba yang dapat mencegah kerusakan otak ketika seseorang terkena stroke. Profesor Glenn King, peneliti utama saat itu menjelaskan molekul yang terkandung dalam racun itu mencegah kematian sel otot jantung.

Para peneliti menemukan molekul itu bekerja melindungi jantung dari serangan stroke. Berdasarkan temuan awal ini, mereka melanjutkan eksperimen untuk melihat apakah molekul itu bekerja dalam kejadian iskemik di jantung dan berhasil.

Sejak saat itu, para peneliti di Queensland terus mengembangkan penelitian hingga menemukan molekul dalam racun laba-laba bisa membantu menyelamatkan korban serangan jantung.

"Setelah seseorang mengalami serangan jantung, aliran darah ke jantungnya berkurang, mengakibatkan kekurangan oksigen ke otot jantung. Kekurangan oksigen ini menyebabkan lingkungan sel menjadi asam, yang bergabung untuk mengirim pesan agar sel-sel jantung mati," ujar Ketua Tim Peneliti, Dr Nathan Palpant.

Kandidat obat yang dikembangkan dari racun laba-laba akan bekerja menghentikan "sinyal kematian" yang dikirim dari jantung setelah terjadi serangan. Palphant menyebut temuan ini sangat revolusioner.

Baca Juga: Dikenal Mematikan, Racun Laba-Laba Ternyata Punya Manfaat Besar
Lebah Terbesar Dunia Asal Maluku Utara, Belum Dilindungi hingga Dijual Secara Online



"Meskipun sudah ada penelitian selama beberapa dekade, tidak ada yang mampu mengembangkan obat yang bisa menghentikan sinyal kematian sel jantung. Ini salah satu alasan mengapa penyakit jantung terus menjadi penyebab utama kematian di dunia," ungkapnya.

Kandidat obat yang dikembangkan adalah protein yang disebut Hi1a. Sejauh ini, para peneliti telah melakukan pengujian pada penderita serangan jantung. Mereka menemukan Hi1a memblokir saluran ion penginderaan asam di jantung, sehingga bisa menghentikan sinyal kematian. Protein Hi1a juga akan digunakan untuk memperpanjang masa hidup transplantasi jantung.

"Kelangsungan hidup sel-sel jantung sangat penting dalam proses transplantasi. Mengurangi kematian sel ini akan meningkatkan seberapa jauh jantung dapat diangkut dan tentu saja meningkatkan keberhasilan transplantasi,” kata Profesor MacDonald, ahli jantung senior Rumah Sakit St Vincent di Sydney.

Video terkait:

 

Video Terkait