Penemuan Bangkai Burung Bertanduk Berusia 46.000 Tahun di Siberia

Penemuan Bangkai Burung Bertanduk Berusia 46.000 Tahun di Siberia (foxnews)

Penulis: Rashif Usman, Editor: M Kautsar - Rabu, 14 Juli 2021 | 19:20 WIB

SariAgri -  Seekor bangkai burung bertanduk ditemukan di timur laut Siberia oleh pemburu fosil gading. Penemuan ini membantu para peneliti untuk lebih memahami bagaimana ekosistem berevolusi pada akhir zaman.

Para ilmuwan mengatakan mereka mengekstrak DNA dari bangkai burung purba yang 'sangat terpelihara dengan baik' yang mereka tentukan berusia sekitar 46.000 tahun, seperti dikutip dari laman washington post.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan di jurnal Communications Biology. Para peneliti di Pusat Paleogenetika di Universitas Stockholm dan Museum Sejarah Alam Swedia mempelajari burung betina setelah ditemukan pada 2018 di terowongan permafrost di daerah Belaya Gora Siberia.

Penemuan ini menawarkan informasi baru tentang bagaimana stepa mammoth, bioma dingin dan kering yang menutupi Eropa utara dan Asia dibagi menjadi tiga jenis lingkungan biologis ketika zaman es berakhir sekitar 11.700 tahun yang lalu.

Stepa yang merupakan rumah bagi spesies yang sekarang punah termasuk mammoth berbulu dan badak berbulu dipisahkan menjadi tundra dan taiga (hutan jenis konifera).

"Hasil kami mendukung teori ini karena diversifikasi burung bertanduk ke dalam sub spesies ini tampaknya terjadi pada saat yang sama ketika stepa mamut menghilang," kata Love Dalen, seorang profesor di Museum Sejarah Alam Swedia dan pemimpin penelitian di Pusat Paleogenetika.

Para peneliti mengatakan bangkai burung juga akan membantu mereka lebih memahami bagaimana burung bertanduk berevolusi. Mereka berharap untuk memetakan genomnya dan membandingkannya dengan genom semua subspesies burung bertanduk lainnya.

Baca Juga: Penemuan Fosil Burung Usia 120 Juta Tahun Berkepala Mirip T-Rex
Cerita Dibalik Burung Hitam yang Suka Menyerang Pria di Sebuah Kampus

Seorang ahli zoologi di Universitas Stockholm, Nicolas Dusses menjelaskan untuk saat ini analisis genetik menunjukkan burung itu adalah nenek moyang dari subspesies burung bertanduk di Siberia dan subspesies lain di Mongolia.

Baca Juga: Penemuan Bangkai Burung Bertanduk Berusia 46.000 Tahun di Siberia
Penemuan Fosil Burung Usia 120 Juta Tahun Berkepala Mirip T-Rex



Siberia telah menjadi tempat beberapa temuan beku, banyak di antaranya dipelajari oleh beberapa ilmuwan yang sama yang meneliti burung bertanduk. Tahun lalu, para peneliti menerbitkan studi tentang kepala serigala berusia 30.000 tahun dan anak anjing bernama Dogor membeku selama 18.000 tahun.

Meskipun metode penggalian fosil pemburu gading dapat membahayakan sisa-sisa hewan yang bernilai ilmiah, para peneliti mengatakan jaringan dan organ yang diawetkan dari bangkai beku memberi mereka informasi yang lebih baik tentang ekspresi gen daripada yang bisa mereka dapatkan dari sisa-sisa kerangka.

Video Terkait