Imbas Krisis di Afrika Selatan, Peternak Buang Ratusan Liter Susu Sapi

Ilustrasi susu dari peternakan sapi perah. (Foto: Unsplash)

Editor: M Kautsar - Rabu, 14 Juli 2021 | 12:40 WIB

SariAgri - Krisis politik dan sosial sedang melanda Afrika Selatan. Kondisi itu terjadi setelah mantan presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma mulai menjalani hukuman 15 bulan akibat menghina pengadilan.

Zuma menolak perintah pengadilan untuk bersaksi terhadap penyelidikan tuduhan korupsi ketika dia menjadi presiden dari 2009 hingga 2018.

Akibat kondisi krisi ini, ribuan orang turun ke jalan untuk menggelar aksi protes, penjarahan, dan perusakan yang dimulai sejak akhir pekan kedua Juli.

Kondisi ini turut berimbas pada sektor pertanian. Para peternak sapi di KwaZulu-Natal terpaksa harus membuang ratusan ribu liter susu karena kondisi ini.

Menurut Colin Wellbeloved, seorang produsen susu di wilayah Boston KwaZulu-Natal dan ketua Organisasi Produsen Susu Afrika Selatan (MPO), dia dan tetangganya harus membuang 60.000 liter susu selama dua hari terakhir karena tidak dapat mendistribusikannya.

“Saya juga khawatir stok susu ritel akan menurun secara mengkhawatirkan karena masalah logistik yang disebabkan oleh para pengunjuk rasa. [Kekhawatiran lainnya adalah] bahwa kami merasa semakin sulit untuk mendapatkan produk seperti pakan ternak yang dikirim ke peternakan karena penutupan jalan dan serangan oleh penjarah,” kata Colin, dilaporkan Farmer’s Weekly.

Colin menambahkan bahwa dia sangat khawatir bahwa sejumlah peternak susu akan dipaksa untuk keluar dari industri produksi susu karena protes dan vandalisme berikutnya.

Menurutnya, margin keuntungan di sektor produksi susu sudah sangat ketat, dan beberapa produsen merasa sangat sulit untuk bertahan secara finansial dari krisis ini.

Video Terkait