Ilmuwan Temukan Babi Rekayasa Genetika yang Tahan Penyakit

Peternakan Babi. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 8 Juli 2021 | 19:30 WIB

SariAgri -  Para ilmuwan di Institut Roslin Universitas Edinburgh berhasil melakukan rekayasa genetika pada babi agar lebih tahan terhadap salah satu penyakit hewan paling mematikan, yakni Porcine Reproductive and Respiratory Syndrome (PRRS).

PRRS pertama kali dikenali di AS pada tahun 1987. Gejalanya meliputi kegagalan reproduksi, pneumonia, dan peningkatan kerentanan terhadap infeksi bakteri sekunder, dan dapat menyebabkan induk babi yang hamil mengalami keguguran.

Selain amat mematikan, PPRS juga merupakan penyakit ternak yang paling mahal di dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) penyakit ini merugikan para peternak di AS sekitar 560 juta dolar AS setiap tahunnya.

Bahkan menurut siaran pers dari Universitas Edinburgh, jika dihitung dengan kerugian para peternak di Eropa, jumlah kerugian seluruhnya bisa mencapai 2,5 miliar dolar AS setiap tahun.

Para ilmuwan di universitas tersebut juga mengatakan bahwa vaksin sejauh ini terbukti sebagian besar tidak efektif melawan penyakit, yang endemik di sebagian besar negara penghasil babi itu.

Para peneliti dari Edinburgh berharap, babi hasil rekayasa genetika mereka akan segera tersedia bagi peternak di seluruh dunia. Penelitian mereka ini didanai oleh Genus serta Biotechnology and Biological Sciences Research Council.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Babi Rekayasa Genetika yang Tahan Penyakit
Biofermentasi Tepung Daun Dadap, Solusi Alternatif Pakan Babi

"Kesehatan hewan adalah kunci kesejahteraan hewan serta membawa manfaat bagi ekonomi penghasil pangan dan ketahanan pangan global," jelas Dr. John Lonsdale, pejabat di Edinburgh Innovations, seperti dikutip interestingengineering.com dari BBC.

"Suntingan (gen) yang sangat spesifik pada hewan untuk memastikan ketahanan terhadap penyakit ini adalah hasil kerja puluhan tahun di Roslin, dan kami senang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan hewan dengan membawa terobosan teknologi ini ke pasar melalui kemitraan dengan Genus ini," pungkasnya.

Video Terkait