Pembudidaya Madu Lampung Didorong Miliki Sertifikat NKV, Ini Kegunaannya

Lebah milik pembudidaya madu di Desa Way Kalam Lampung Selatan. (Antara/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 28 Juni 2021 | 22:15 WIB

SariAgri - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Lampung mendorong pembudidaya lebah madu di Lampung memiliki sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Hal ini guna menjamin kemanan produk yang dihasilkan.

"Kita mendorong para pembudidaya lebah madu di Lampung memiliki sertifikat Nomor Kontrol Veteriner bagi seluruh produk madu hasil budidaya," ujar Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Veteriner (Kesmavet) Disnakeswan Lampung Anwar Fuadi, di Bandarlampung, Senin (28/6/2021).

Dia menjelaskan adanya Nomor Kontrol Veteriner berguna sebagai bukti tertulis bagi produk yang telah memenuhi persyaratan sanitasi higenis sebagai salah satu penjamin keamanan produk hewan dan unit usaha produk hewani.

"Budidaya madu ini sebenarnya ranah kehutanan namun dengan keluarnya Permentan 11 tahun 2020 maka kami pun ikut andil dalam melakukan pengawasan dan pendampingan kepada pembudidaya lebah madu," katanya.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Disnakeswan Provinsi Lampung, Eko P. Widodo mengatakan koordinasi untuk melakukan pendampingan kepada pembudidaya madu di Lampung akan terus dilakukan karena potensi produk non pangan itu cukup baik.

"Potensi budidaya lebah ini cukup baik seperti di Kabupaten Waykanan pada Juli ini panen madu dapat mencapai 2 ton, dan ini harus terus didampingi agar menjaga kualitas madu yang dibudidayakan," katanya.

Dia mengatakan pengawasan budidaya madu akan mencakup pengawasan vegetasi lebah serta ketersediaan pakan lebah penghasil produk madu.

Baca Juga: Pembudidaya Madu Lampung Didorong Miliki Sertifikat NKV, Ini Kegunaannya
Majukan Ekonomi, NTB Bangun Ekowisata Madu Trigona di Pulau Sumbawa

"Vegetasi juga akan dilihat, selain itu agar produk berdaya saing serta mampu dipercaya konsumen perlu juga melengkapi sertifikasi halal. Untuk sertifikasi NKV kita akan melihat bila ada yang lebih dari 5 tahun tidak melengkapinya setelah pendampingan kita dapat meminta penutupan sementara produksi," katanya.

Untuk diketahui di Provinsi Lampung terdapat 50 kelompok pembudidaya lebah yang dibina. Jumlah total stup lebah 8.000 kotak yang rata- rata dipanen sebanyak 250 cc sehingga total ada 2.000 kilogram madu per bulan.

Video Terkait