Majukan Ekonomi, NTB Bangun Ekowisata Madu Trigona di Pulau Sumbawa

Peternak Sarang Madu Trigona. (Sariagri/Yongki)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 25 Juni 2021 | 12:00 WIB

SariAgri -  Sentra Budidaya Madu Trigona, di Desa Pelat, Kecamatan Unter Iwes dan Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa direncanakan akan menjadi Ekowisata di Pulau Sumbawa. Harapannya, dapat memaksimalkan fungsi hutan dan alam, serta memajukan perekonomian masyarakat.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Zulkieflimansyah, mendukung penuh wilayah ini dijadikan sentra pengembangan dan pembelajaran Lebah Trigona. Selanjutnya, diduplikasi untuk dikembangkan di seluruh wilayah Pulau Sumbawa.

Hal ini disebut Gubernur, berpotensi membuka peluang industrialisasi madu di Pulau Sumbawa. Pasalnya, Budidaya madu melibatkan langsung masyarakat setempat dan berdampak signifikan terhadap kesejahteran masyarakat di sana.

"Industrialisasi tidak harus dengan pabrik besar. Selama ini kita terlena dengan menghasilkan produk mentah, sudah saatnya kita juga bisa mengolahnya melalui industralisasi," jelas pria yang akrab dipanggil Bang Zul ini.

Proses industralisasi tersebut, dijelaskan Bang Zul bukan merupakan proses sederhana. Harus melibatkan sains dan teknologi untuk meningkatan kapasitas masyarakat.

Lebih jauh, Sentra Madu Trigona di Sumbawa yang dikembangkan menjadi ekowisata dapat menjadi contoh jika hutan dan alam bisa dimaksimalkan fungsinya. Membudidayakan Madu Trigona berarti harus menjaga kelestarian ekosistem sekitarnya, begitu juga dengan menjadikannya sebagai ekowisata.

"Yang ada di mindset masyarakat kan seringkali hutan tidak boleh diapa-apakan. Padahal sangat bisa dimaksimalkan fungsinya dengan tetap menjaga keaslian ekosistemnya," jelas Gubernur.

Sementara itu, Ani S. Adiwinata, Phd selaku Socioeconomist and Policy Analist dari CIFOR menjelaskan, pengembangan Sentra Madu Trigona di Pulau Sumbawa menjadi pusat ekowisata pengerjaannya tengah dalam proses bekerjasama dengan Geopark Tambora.

"Namun karena pandemi ini, kami juga sedang mengembangkan Virtual Tour bekerjasama dengan Geopark Tambora," jelas Ani.

Ani menambahkan, ekowisata yang akan dibentuk selain bekerjasama dengan pihak Geopark Tambora nantinya akan bekerjasama dengan pihak desa setempat. Desa Batulanteh sendiri merupakan salah satu dari 99 desa wisata milik Pemprov NTB.

Ani dan timnya tengah mendorong adanya peraturan desa yang memungkinkan adanya bantuan dana desa untuk mendukung terwujudnya ekowisata.

Baca Juga: Majukan Ekonomi, NTB Bangun Ekowisata Madu Trigona di Pulau Sumbawa
Punya Segudang Khasiat, Petani Pangandaran Kembangkan Madu ‘Propolis’

Sementara ini budidaya madu trigona masih dipusatkan di learning center, namun tak sedikit juga dikembangkam di rumah warga. Menurut Ani, tidak perlu lahan besar yang penting penyediaan pakannya, seperti bunga-bungaan yang dapat ditanam dengan mudah oleh masyarakat.

"Dengan begitu diharapkan dapat terjadi peningkatan pendapatan masyarakat lokal, khususnya di masa pandemi ini," jelasnya.

Video Terkait