Produsen Ayam Pedaging Ini Mengaku Raup Laba Rp3,84 Triliun

PT Charoen Pokphand merupakan salah satu produsen pakan , ayam pedaging, dan anak ayam yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Penulis: Yoyok, Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 1 Juni 2021 | 13:30 WIB

SariAgri - Emiten produsan pakan dan ayam pedaging dengan kode saham CPIN melapor ke Bursa Saham Indonesia (BEI) bahwa pada tahun 2020 meraup laba bersih Rp3,84 triliun.

Informasi yang diperoleh dari keterbukaan informasi BEI, Jakarta, Selasa (1/6), laba bersih produsen pakan ternak dengan nama PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk tersebut naik 5,41 persen dari tahun 2019 sebesar Rp3,64 triliun.

Diungkapkan juga, penjualan neto Charoen Pokphand Indonesia di tahun 2020 tercatat sebesar Rp42,51 trilliun atau naik 0,04 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp42,50 triliun, dengan laba per saham dasar Rp234.

Dijelaskan, penjualan neto Charoen Pokphand Indonesia terdiri atas pakan, ayam pedaging, anak ayam usia sehari, ayam olahan dan lain-lain. Ayam pedaging menjadi penyumbang pendapatan tertinggi sebesar Rp19,03 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp17,27 triliun.

Lalu, pakan tercatat Rp14,23 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp15,99 triliun, ayam olahan tercatat Rp5,60 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp4,88 triliun.

Sedangkan penjualan anak ayam usia sehari tercatat Rp2,15 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp2,77 triliun, dan penjualan lain-lain tercatat Rp1,48 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp1,56 triliun.

Charoen Pokphand Indonesia mengaku mengalami penurunan beban pokok penjualan di tahun 2020 menjadi Rp34,26 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp34,52 triliun, beban operasi lain juga turun menjadi Rp406,06 miliar dari sebelumnya Rp434,68 miliar. Sementara itu, beban penjualan mengalami kenaikan menjadi Rp1,28 triliun dari sebelumnya Rp1,20 triliun.

Baca Juga: Produsen Ayam Pedaging Ini Mengaku Raup Laba Rp3,84 Triliun
Kementan Fasilitasi Penyerapan Ayam Ras Pedaging Peternak Mandiri

Charoen Pokphand Indonesia mengungkapkan dana kas diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp4,84 triliun, kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp1,80 triliun, dan kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat Rp2,32 triliun.

Terakhir, Charoen Pokphand Indonesia mencatatkan liabilitas sebesar Rp7,80 triliun dan ekuitas sebesar Rp23,34 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp31,15 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp29,10 triliun. 

Video Terkait