Petani Thailand Budi daya Daging Tikus, Untungnya Sampai Rp34,7 Juta

Budi daya daging tikus di Thailand. (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Rabu, 19 Mei 2021 | 21:00 WIB

SariAgri - Warga Thailand tampaknya punya keunikan dalam menjalankan bisnis. Tak ingin melewatkan kesempatan, seorang petani di Thailand rela membudidayakan daging tikus.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Sebab, saat ini sedang terjadi permintaan tinggi pada daging tikus di wilayah Timur Laut Thailand.

Petani di Provinsi Surin, Isaan, Chalermphon Saothong bahkan mendirikan pembiakan tikus.

Dilaporkan Naewna, 1 kilogram tikus segar dari peternakan Saothong berharga 150 baht, setara Rp68 ribu. Sementara 1 kilogram tikus mati berharga 250 baht, setara Rp114 ribu.

Saat ini, para peternak menerima setidaknya 300 kilogram pesanan setiap bulan yang membuat keuntungan Saothong hampir mencapai Rp34,7 juta.

Selain beternak tikus, Saothong dan timnya juga membeli tikus dari penduduk setempat seharga 50 baht, setara Rp68 ribu per ekor.

Sawanapa Puemmee adalah pelanggan setia dari peternakan dan memuji Saothong karena harga tikusnya yang terjangkau dan berkualitas tinggi. Dia mengatakan bahwa dia menikmati makan tikus bersama keluarganya.

Saat ini Saothong memiliki 30 pekerja yang mengelola peternakan tikus miliknya. Meski demikian, dia masih bekerja sebagai petugas Sumber Daya Manusia di pemerintah provinsi Surin.

Tikus bukan satu-satunya yang dijual dengan harga selangit, netizen Thailand juga telah mengiklankan di Facebook bahwa mereka bersedia membayar 300 baht, setara Rp137 ribu untuk satu kilogram tokek.

Video Terkait