Berkat Penelitian Kini Lebah Madu Bisa Mendeteksi Keberadaan Virus Corona

Ilustrasi Lebah (Pixabay)

Editor: Reza P - Sabtu, 15 Mei 2021 | 09:00 WIB

SariAgri - Penelitian dan pengembangan cara mendeteksi virus Covid-19 yang lebih efektif dan efisien terus diupayakan para ilmuwan. Baru-baru ini, sejumlah peneliti dari Wageningen University & Research yang berbasis di Belanda telah menemukan cara mendeteksi keberadaan SARS-CoV-2 dengan lebah madu.

Melansir Sea Mashable, metode pendeteksian ini mirip dengan yang digunakan ilmuwan Rusia Ivan Pavlov saat ia mencoba mengkondisikan anjing untuk mengeluarkan air liur saat ada rangsangan tertentu.

Dalam percobaannya, para ilmuwan berhasil melatih 150 lebah untuk menjulurkan lidah setiap kali mereka mendeteksi keberadaan virus. Mereka melakukan ini dengan memberi lebah larutan air manis setiap kali terkena bau virus corona, yang pada gilirannya akan menyebabkan lebah menjulurkan lidah untuk mengumpulkan cairan manis. 

Proses ini diulang berkali-kali hingga lebah mulai merespons aroma virus corona secara otomatis.

"Dengan pengkondisian berulang ini, lebah segera mulai menjulurkan lidah mereka untuk aroma saja, tanpa imbalan yang ditawarkan sebagai tindak lanjut," kata tim tersebut dalam siaran pers. "Seekor lebah terlatih dapat mendeteksi sampel yang terinfeksi dalam beberapa detik," tambah mereka.

Lebah  <a target='_BLANK' href='//sariagri.id/article/topic/37484/Madu'>Madu</a>  Menditeksi Virus Corona. (Sea Mashable)
Lebah Madu Menditeksi Virus Corona. (Sea Mashable)

Hasil penelitian dan eksperimen ini belum dipublikasikan dan masih dalam peninjauan. Tetapi Wim van der Poel, seorang profesor dari universitas yang bertanggung jawab atas penelitian tersebut, mengatakan bahwa timnya sedang bekerja untuk mencapai 95 persen. tingkat akurasi dengan menggunakan beberapa lebah untuk mengendus sampel sekaligus. 

"Tujuan pertama kami adalah menunjukkan bahwa kami dapat melatih lebah untuk melakukan ini, dan disanalah kami berhasil," katanya. "Dan sekarang kami menghitung, dan kami melanjutkan pekerjaan untuk melihat seberapa sensitif metode ini," jelasnya.

Metode Pendeteksian yang mudah diakses

Ide metode khusus ini berasal dari startup Belanda InsectSense, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam teknologi serangga. Sebelumnya, startup tersebut berhasil memanfaatkan lebah untuk mendeteksi bijih mineral dan ranjau darat. 

Tetapi ketika perusahaan memperhatikan bagaimana lebah mungkin juga dapat mendeteksi keberadaan virus korona, mereka menghubungi para peneliti dari universitas untuk membantu mereka dalam eksperimen mereka.

Menyusul keberhasilan awal percobaan, InsectSense saat ini berupaya mengerjakan mesin yang dapat melatih banyak lebah sekaligus, dan juga akan mengembangkan biochip yang meniru cara lebah mencium dan mendeteksi virus. Biochip ini pada akhirnya akan mengurangi kebutuhan serangga hidup selama pengujian, dan bisa menjadi jauh lebih praktis dalam skala yang lebih besar. 

Meskipun kelihatannya cukup cerdik, menggunakan hewan untuk mengendus virus corona bukanlah konsep baru. Anjing telah dilatih untuk mendeteksi kasus positif COVID-19 dengan tingkat akurasi yang tinggi, dan sebuah penelitian yang diterbitkan oleh University of Pennsylvania bahkan menunjukkan bahwa anjing dapat mencapai peringkat akurasi hingga 96 persen.

Namun, menurut van der Poel, meskipun anjing dapat menjadi metode pendeteksian alternatif yang bagus, lebah akan jauh lebih mudah ditangani dan memungkinkan para ilmuwan mendapatkan hasil yang lebih efisien. 

Baca Juga: Berkat Penelitian Kini Lebah Madu Bisa Mendeteksi Keberadaan Virus Corona
Tips Menghindari Sengatan Tawon atau Lebah yang Bisa Berujung Petaka

Selain itu, metode ini jauh lebih efisien bagi daerah atau negara berpenghasilan rendah, di mana metode pengujian yang lebih canggih seperti polymerase chain reaction (PCR) ) tes lebih sulit didapat. 

"Tidak semua laboratorium memiliki itu, terutama di negara berpenghasilan kecil. Lebah ada di mana-mana, dan peralatannya tidak terlalu rumit," ujar van der Poel.

Video Terkait