Melihat Sekolah Khusus Olah Vokal Burung Kenari di Lembang Bandung

Deretan 'siswa' MMC sedang bersiap sekolah di MMC ( Dok: MMC /FB)

Penulis: Andry, Editor: Reza P - Jumat, 30 April 2021 | 11:30 WIB

SariAgri - Ternyata tidak hanya manusia saja yang bersekolah, burung pun ada sekolahnya. Adalah Dicky (30) warga Desa Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat yang membuat usaha mastering burung kenari, sebuah tempat untuk 'mendidik' burung kenari.

Di sekolah burung bernama Mastering Cibodas Canary (MCC), beragam jenis kenari menjalani pembelajaran suara. Diantaranya jenis Yorkshire, F1, F2, Scotch Fancy, Larquet, dan silangan dari jenis-jenis kenari tersebut.

Dicky mengatakan burung kenari tersebut mendapatkan materi tentang penguasaan suara burung dari jenis lain. Mulai dari suara burung Sanger, Wamei atau Wamby, Jalak Suren, dan Black Crout.

Usaha yang bermula dari hobi memelihara burung kenari inipun berhasil mendatangkan pundi-pundi uang. Apalagi belum banyak orang yang menjalankan usaha serupa seperti yang Dicky lakukan. 

"Tentunya dari hobi dulu dan juga karena pengalaman. Kebetulan sering ikut kontes burung akhirnya saya coba-coba buka mastering kenari sejak awal pandemi COVID-19," ujar Dicky.

Salah satu burung kenari yang bersekolah di MMC ( Dok MMC/FB)
Salah satu burung kenari yang bersekolah di MMC ( Dok MMC/FB)

Di halaman rumahnya yang cukup luas, total ada 12 ekor burung kenari yang sedang menjalani pendidikan. Burung-burung itu milik para penghobi yang berasal dari berbagai wilayah seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan dari Lembang sendiri.

Burung yang masuk ke sekolah MCC harus burung jantan dan berumur 1,5 bulan sampai 2 bulan. Atau saat burung sudah makan biji. 

"Untuk pelatihan butuh sekitar 5 bulan, sebelum lima bulan sudah terbentuk pola suaranya. Maksimalnya tidak terbatas," tuturnya.

Baca Juga: Melihat Sekolah Khusus Olah Vokal Burung Kenari di Lembang Bandung
6 Tips Memilih Indukan Lovebird Bagi Pemula

Selama bersekolah, burung-burung mendapat perawatan normal. Namun mereka harus dijauhkan dari burung kenari lainnya karena bisa mempengaruhi isian suara burung yang sedang di-mastering tersebut.

"Kalau mereka ketemu dengan kenari biasa, nanti suaranya bakal balik lagi ke settingan awal," tuturnya.

Saat ini, menurut Dicky, sekolah burung kenari masih terbatas untuk komunitas kicau mania. Ke depan, Dicky ingin lebih mempopulerkan lagi sekolah mastering burung kenari ini. Untuk biaya mastering, mulai dari Rp 500 ribu hingga jutaan tergantung jenis masteringnya. 

"Kedepannya nanti akan ada sertifikat sebagai legalitasnya," katanya.

Video Terkait