Pengusaha Sarang Burung Walet Apresiasi Kebijakan Ekspor Pemerintah

Ilustrasi sarang burung walet. (pertanian.go)

Editor: M Kautsar - Kamis, 29 April 2021 | 18:50 WIB

SariAgri - Dukungan pemerintah, baik melalui kebijakan maupun kemudahan perizinan turut berperan penting dalam meningkatkan produksi sarang burung walet Indonesia terus mengalami perbaikan.

"Buat saya apapun yang bisa mendorong ekspor jadi lebih bagus adalah bagian dari perjuangan yang harus kita dukung," ujar Ketua Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI), Boedi Mranata dalam audiensi dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di Kantor Pusat Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan.

Boedi mengatakan, industri sarang burung walet memiliki pangsa pasar yang sangat spesifik, khususnya untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Sebab itu, dia meminta para peternak tetap bersabar dalam membuka akses pasar di luar negeri dengan terus meningkatkan kualitas produk.

"Yang pasti kita akan meningkatkan produksi dengan menghidupkan rumah walet kecil dan besar di seluruh Indonesia," katanya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan terima kasih atas dukungan para pelaku usaha walet Indonesia yang terus berjuang melakukan perbaikan terhadap perbaikan ekonomi nasional.

Syahrul menyebutkan bahwa dalam waktu dekat pemerintah akan memfasilitasi para pengusaha walet untuk mengembangkan usahanya dengan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian.

"Kita mendukung semua kegiatan pelaku usaha walet, bahkan Kementan siap mendorong 1.000 rumah walet untuk meningkatkan produksi yang ada melalui pemanfaatan program KUR yang mencapai Rp90 triliun," pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data IQFAST Badan Karantina Pertanian (Barantan) selama masa pandemi Covid-19, jumlah ekspor sarang burung walet mencapai 1.155 ton dengan nilai Rp28,9 triliun. Angka tersebut meningkat 2,13 persen dari pencapaian tahun 2019 yang hanya mencapai Rp28,3 miliar.

Video Terkait